Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Timur Tengah

Jika Perang Berlarut-larut, PHRI: Saya Takut Nanti Akan Terjadi Perang Tarif

Dampak perang di wilayah Timur Tengah saat ini memang belum dirasakan pelaku dunia pariwisata di Bali.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
PHRI - Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Ia memberikan keterangan terkait perang timur tengah. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dampak perang di wilayah Timur Tengah saat ini memang belum dirasakan pelaku dunia pariwisata di Bali.

Kendati demikian jika perang terus berlarut-larut maka dampaknya akan terasa.

Bahkan kini jumlah kunjungan wisatawan sejatinya sudah merosot, namun karena belum momen libur hal tersebut belum terlalu dirasakan. 

Namun akan terasa jika terjadi gangguan penerbangan.

Baca juga: Perkuat Budaya Bersih dan Citra Pariwisata Bali, Bupati Adi Arnawa Pimpin Korve di Pantai Munggu

Tidak hanya itu, jika hal ini terus terjadi PHRI mengkhawatirkan akan terjadi perang tarif.

Hal itu pun dikatakan Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi terkait dampak perang saat ini.

"Yang saya takutkan nanti akan terjadi perang tarif jika kunjungan pariwisata mulai terasa menurun. Namun kita tetap berusaha agar Bali tetap menjadi primadona untuk dikunjungi," ujarnya.

Baca juga: NARKOBA di Nusa Penida Sasar Sopir Pariwisata, 5 Pengedar Dibekuk, Amankan 26 Paket Sabu & Ganja!

Dia mengakui pelaku pariwisata sejatinya sudah was-was mengingat adanya penundaan penerbangan dari Middle East atau negara-negara yang berada di Timur Tengah.

Kendati demikian diharapkan wisatawan domestik bisa meningkat.

"Kalau berbicara masalah domestik, biasanya meningkat saat momen lebaran yang akan datang. Bahkan peningkatan di angka 10-15 persen. Tapi untuk tahun ini kita belum memastikan akan meningkat atau tidak, dengan situasi saat ini," bebernya.

Baca juga: Kabar Baik Bagi Pariwisata Bali, Koster Sebut Kunjungan Wisatawan Meningkat: Bali ini Baik

Diakui  saat ini memang buka musim liburan, namun untuk wisatawan mancanegara biasanya ramai karena adanya Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang dilaksanakan di Bali

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta sebelumnya mengakui tingkat unian sampai diangka 40 persen.

Penurunan aktivitas ini terasa signifikan pada beberapa destinasi unggulan yang biasanya didominasi oleh turis asing.

Baca juga: Kemenpar Siapkan Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah ke Sektor Pariwisata 

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mematangkan kesiapan fasilitas menyambut momentum libur panjang di tengah persaingan ketat dengan destinasi mancanegara lain seperti Singapura dan Thailand.

"Sebenarnya Bali tetap menjadi primadona meski kompetitor internasional maupun domestik. Namun saat ini Jogja juga kuat," ucapnya.

"Berdasarkan sampel dari puluhan hotel, rata-rata okupansi saat ini masih bertahan di angka menengah," sambungnya Rudiarta. (*)

 

 

Berita lainnya di Pariwisata Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved