Sosok
Sosok Marmar dan Kisah di Balik Ogoh-Ogoh Sapa Warang, Berkarya dengan Jujur
Marmar Herayukti adalah seniman asal Gemeh yang menjadi konseptor ogoh-ogoh Sapa Warang.
"Pesan Sapa Warang ini adalah sebenarnya kalau kita ingin tahu, jadi kita harus mengalami. Kalau mengalami itu awalnya pasti kita ingat dulu. Ketika kita ingat, maka kita akan bangkit. Kalau sudah bangkit, nanti muncul rasa rindu. Nah kalau orang yang sudah rindu, tanpa berangkat ke sana, dia sudah ada di sana," ujarnya lagi.
Berkarya dengan Jujur
Dalam mengejewantahkan karyanya, Marmar selalu berusaha berkarya dengan jujur.
"Ini agak sulit. Tapi yang jelas kalau saya berkarya, saya selalu berkarya dengan sejujur mungkin. Apa yang ingin saya sampaikan, saya sampaikan."
"Tapi saya punya satu prinsip dalam berkarya itu bahwa seni itu sarana komunikasi yang dibuat dengan sangat indah sehingga orang mau terpancing untuk berkomunikasi di dalamnya," tambahnya.
"Jadi bertukar pikiran itu dimulai dari sesuatu yang indah. Ibaratnya kalau kita ngobrol, skill berbicara kita harus diatur dulu. Apa yang harus kita ucapkan, mana yang tidak perlu diucapkan. Begitupun berdalam berkesenian."
"Itu kira-kira yang bisa menggambarkan saya dalam berkarya sebetulnya. Bukan berarti saya terlalu banyak perhitungan atau banyak menjaga perasaan orang, tidak,"
"Saya tetap akan berbicara dengan sangat tegas dan dengan sangat lugas tapi dengan bahasa-bahasa yang sebisa mungkin saya bikin indah," ujarnya lagi. (*)
Artikel lainnya di Sosok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wawancara-Tribun-Bali-dengan-Marmar-pada-Sabtu-21-Maret-2026.jpg)