Wawancara Eksklusif
MARMAR, Maestro Ogoh-ogoh dari Banjar Gemeh Denpasar, Berikut Wawancara Eksklusif dengan Tribun Bali
Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh, Kota Denpasar, menjadi salah satu karya fenomenal pada Nyepi Caka 1948 tahun 20266.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Wawancara Eksklusif Marmar Herayukti, Seniman Ogoh-ogoh Banjar Gemeh Denpasar.
"Saya Munculkan Karakter Rahasia di Wajah Sapa Warang"
Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh, Kota Denpasar, menjadi salah satu karya fenomenal pada Nyepi Caka 1948 tahun 20266. Sapa Warang sukses hipnotis ribuan penonton saat malam Pengerupukan di Catus Pata atau Titik Nol Denpasar, Rabu 18 Maret 2026.
Apa yang membuat Ogoh-ogoh Sapa Warang menjadi begitu menonjol dan fenomenal? Apa yang menjadi filosofinya dan bagaimana proses pembuatannya?
Berikut wawancara khusus Tribun Bali dengan seniman asal Gemeh yang menjadi konseptor Sapa Warang, Marmar Herayukti, pada Sabtu 21 Maret 2026 di Sangmong Coffee & Eatary Jl Mayjend Sutoyo, Denpasar.
Sapa Warang disebut sebagai salah satu mahakarya terbaik dan fenomenal pada Nyepi 20266, apa yang menurut Bli Marmar membuatnya begitu menonjol dan fenomenal?
Mungkin dari ide konsep yang tidak biasa, setelah itu penggarapannya juga dari komposisi bentuk yang tidak umum. Lalu saya munculkan karakter rahasia sebetulnya dari bagian wajah yang tidak umum orang bikin biasanya. Jadi sebenarnya secara angle itu sebenarnya wajahnya bolak-balik. Jadi yang umum kita lihat dari bawah itu sebetulnya bagian belakangnya, tapi seolah-olah dia menghadap ke depan, padahal itu sebenarnya bagian belakang.
Nah mungkin itu salah satunya sih, termasuk juga saya tambahkan banyak detail di dalam setiap partnya. Seperti bagian kulit, bagian wajah, begitu pun dandanannya menonjol Bali banget yang saya ambil sebenarnya era-era Bali yang lebih kuno. Mungkin komposisi-komposisi itu yang bikin dia menjadi spesial ya selain konsepnya juga.
Sapa Warang saya garap cukup panjang daripada ogoh-ogoh yang lain. Ini agak lebih panjang seperti dari Kiai Nirnur tahun lalu, ini mungkin lebih panjang. Saya punya spare waktu seminggu-dua minggu lebih panjang daripada Kiai Nirnur.
Masyarakat bahkan rela menunggu sampai dini hari untuk melihat Sapa Warang, bagaimana Bli Marmar membaca fenomena ini?
Saya pikir saya lebih merasa diapresiasi ya. Sepertinya bukan cuma Sapa Warang yang ditunggu, tapi syukurnya kalau begitu pengakuannya menunggu Sapa Warang saya akan merasa sangat senang. Itu juga membuat saya semakin semangat setiap tahunnya untuk membuat karya yang layak untuk ditunggu tidak mengecewakan.
Mungkin mereka juga yang menunggu itu satu merasa penasaran apa yang akan ditampilkan setelah melihat Ogoh-ogohnya langsung pada siang hari atau pagi harinya. Jadi mereka rela menunggu, malah saya lihat itu ramai banget. Jutaan orang mungkin.
Fenomena yang menarik juga, ribuan warga yang memadati Catus Pata tampak langsung hening saat Sapa Warang tampil, bagaimana Bli merespon pemandangan langka ini?
Itu satu aura yang nggak bisa di-create begitu saja. Nggak bisa dibuat-buat. Jadi itu semuanya satu pola energi yang saya sering menemukan di beberapa tempat. Contohnya di Catus Pata itu ketika ketemu sesuatu energi dari ogoh-ogohnya sendiri, dari apa yang akan kita tampilkan, terus dari energi penonton itu ketemu.
Itu beberapa kali terjadi seperti itu. Contoh pada saat Ogoh-ogoh Laliharan dulu juga begitu. Orang pada diem semua. Mungkin pada saat masuk orang suara-suaranya besar banget tuh. Sorak-sorai. Setelah masuk mulai gamelan semua jadi hening.
| GUS Man Enggan Disebut Maestro Ogoh-ogoh, Simak Wawancara Khusus Bersama Tribun Bali |
|
|---|
| KARAKTER dan Anatomi Jadi Kekuatan Ogoh-ogoh Tampaksiring, Wawancara Khusus dengan Gus Man Surya! |
|
|---|
| MERINDING Bulu Kuduk Saat Garap Wajah, Wawancara Eksklusif Gus Man: Ungkap Sisi Magis Sedap Malam! |
|
|---|
| ARAK Bali Go International & Sampah Tuntas 2 Tahun, Wawancara Khusus Gubernur Bali Wayan Koster |
|
|---|
| Politikus Partai Demokrat Bali, Tutik Kusuma Wardhani :Perempuan Bali Harus Berani! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wawancara-Khusus-Marmar-Herayukti-Arsitek-Ogoh-ogoh-Sapa-Warang-Banjar-Gemeh-Lahir-dari-Tangisan.jpg)