Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Banyak Tantangan, Koster Puji Integritas Pansus TRAP DPRD Bali

Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Panitia Khusus (Pansus) TRAP pada Rapat Paripurna

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia memuji kinerja pansus TRAP DPRD Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) pada Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama, Rabu 25 Maret 2026.

​Koster menyebut Pansus TRAP sebagai tim yang mampu tahan godaan dan rayuan sogokan. Bahkan, Pansus TRAP juga disebutkan telah menggetarkan Bali karena keberaniannya mengungkap pelanggaran di lapangan.

Menurutnya, Pansus TRAP merupakan salah satu bentuk Integritas anggota dewan yang tahan terhadap berbagai godaan materi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Baca juga: TANGANI Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag & Forkopimda Mitigasi Jelang Hari Raya Nyepi Idul Fitri!

​"Ini baru mempunyai pansus yang betul-betul mampu menggetarkan Bali. Saya sangat mendukung dan mendorong kinerja pansus TRAP DPRD Bali."

"Saya tahu tantangannya, ada yang mau nyogok dan macam-macam. Ada yang mau nyogoklah segala macam. Cari kenikmatan jangan nyari nyogok-nyogokan," jelas, Koster

Ia juga memberikan pesan pada Pansus TRAP tetap bekerja dengan prinsip fokus, lurus, dan tulus dan meminta agar perpanjangan masa kerja pansus jangan sampai membuat anggota dewan goyah oleh rayuan saat melakukan pengawasan di lapangan. 

"Tidak ada kena rayu macam-macam. Saya minta jangan sampai kena rayuan dan godaan saat melakukan pengawasan tata ruang, aset, dan perizinan," tambahnya.

Baca juga: Ribuan Pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDIP se-Kota Denpasar Dikukuhkan Koster

​Selain masalah integritas, Koster juga meminta Pansus TRAP menyelamatkan pesisir pantai atau  ruang ekologi Bali yang dimanfaatkan untuk produksi garam tradisional Bali, agar tidak tergilas oleh ekspansi investor.

Koster  meminta pansus turun langsung ke pantai-pantai yang digunakan masyarakat untuk penggaraman.

​"Bangun hotel, restoran, dan segala macam lama-lama menghabiskan lahan masyarakat untuk memproses garam tradisional Bali. Ini harus dijaga. Mohon pansus TRAP turun ke lokasi-lokasi seperti di Kusamba, Tejakula, Les, Seraya, dan juga di Jembrana serta Tabanan," bebernya. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus TRAP I Made Supartha mengaku apresiasi gubernur menjadi motivasi besar bagi timnya.

Baca juga: 2.461 Pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDIP se-Kota Denpasar Bali Dikukuhkan Koster

Supartha menyebut bahwa internal pansus saat ini sangat solid dalam menjaga komitmen menjaga Bali.

​"Ya itu kan dengan beliau memberikan apresiasi, kurang lebih kami dengar itu ya empat kali beliau menyebut pansus. Kami merasa terapresiasi. Ini memberikan motivasi dan semangat biar kami itu terus kerja, kerja lagi gitu saja," kata, Supartha. 

​Terkait isu suap, Supartha menjamin hingga saat ini seluruh anggota pansus bekerja tegak lurus.

"Sementara ini kan tidak ada. Alhamdulillah, astungkara, segara tidak ada. Maka itu kita fokus juga ya saling mengingatkan satu sama lain supaya kita kerja tegak lurus seperti apa saran Pak Gubernur. Kami harus tutup ruang untuk hal yang tidak baik," tegasnya.

​Masa kerja Pansus TRAP sendiri dipastikan diperpanjang enam bulan lagi untuk mendalami sejumlah temuan, termasuk persoalan lahan mangrove, sengketa SHGB yang mati, hingga dugaan bangunan resort yang melanggar sempadan danau dan laut. (*)

 

 

Berita lainnya di Pansus Trap

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved