PMI Bali
HARI Ini 1.000 PMI Dikirim ke Bulgaria, Wakapolda Bali Tegaskan Tak Ada Celah Eksploitasi
Agenda besar ini dikawal langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali (Wakapolda Bali), Brigjen Pol. I Made Astawa.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Sebanyak 1.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersiap memulai babak baru kehidupan mereka di Bulgaria.
Agenda besar ini dikawal langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali (Wakapolda Bali), Brigjen Pol. I Made Astawa.
Wakapolda menyambut kedatangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Bali untuk melepas ribuan pahlawan devisa tersebut secara resmi.
Baca juga: DAMKAR Sempat Terkendala Akses, Rumah Warga di Banjar Sengguan Terbakar Saat Ditinggal
Baca juga: RENOVASI 4 Sekolah di Bali, Dibangun dari Kumpulan Uang Recehan Masyarakat
Seremoni pelepasan dijadwalkan berlangsung hari ini, Kamis (2/4), di Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar.
Momentum ini menjadi representasi kuat dari hadirnya negara dalam membuka keran lapangan kerja global yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga terjamin secara legalitas dan martabatnya.
Sinergi antara Korps Bhayangkara dan Kementerian P2MI di Bali ini mengirimkan pesan tegas terhadap praktik pemberangkatan tenaga kerja ilegal.
Brigjen Pol I Made Astawa menyatakan bahwa keterlibatan Polri dalam agenda ini merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak ada celah bagi oknum yang ingin mengeksploitasi para calon pekerja.
“Ini bukan sekadar pelepasan tenaga kerja, tetapi pelepasan harapan. Kami ingin memastikan setiap PMI berangkat dengan aman, terlindungi, dan memiliki kepastian hukum yang jelas,” tegas Wakapolda Bali.
Menurutnya, kehadiran Polri berfungsi sebagai perisai bagi masyarakat sejak dari proses rekrutmen hingga mereka terbang ke negara tujuan.
Pengawasan ketat diberlakukan terhadap seluruh perusahaan penempatan untuk menjamin sistem yang transparan dan profesional.
Hal ini dilakukan demi memutus rantai praktik penempatan ilegal yang seringkali merugikan warga negara di luar negeri.
Operasi penempatan massal ke Bulgaria ini terlaksana berkat kolaborasi erat dengan sejumlah perusahaan penempatan resmi yang telah lolos verifikasi ketat.
Pemerintah dan aparat penegak hukum memastikan bahwa fondasi sistem yang digunakan saat ini berbasis pada kredibilitas dan integritas, sehingga kecil kemungkinan terjadi penyalahgunaan prosedur.
Tata Kelola Perlindungan PMI
Di sisi lain, 1.000 PMI yang diberangkatkan ini, beber Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa mengemban misi ganda.
Selain bekerja untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi keluarga, mereka secara otomatis menjadi duta bangsa di kawasan Eropa Timur.
Keberhasilan mereka di Bulgaria akan menjadi cermin kualitas tenaga kerja Indonesia di mata internasional.
Langkah masif ini membuktikan bahwa Bali kini menjadi titik tolak penting bagi penguatan tata kelola perlindungan migran. (ian)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wakapolda-Bali-Brigjen-Pol-I-Made-Astawa-menyambut-kedatangan-Menteri-Perlindungan.jpg)