Hari Saraswati
Hari Raya Saraswati di Bali: Makna, Tata Cara, dan Doa Memohon Ilmu Pengetahuan
Makna dari doa-doa ini sangat mendalam, mencerminkan penghormatan terhadap ilmu sebagai cahaya kehidupan yang membimbing
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tribunners, Sabtu 4 April 2026, merupakan Hari Raya Saraswati di tahun ini.
Hari Saraswati merupakan hari turunnya anugerah ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Dewi Saraswati
Biasanya umat Hindu akan memanjatkan doa, sebagai ungkapan syukur.
Mereka akan berdoa di Pura terdekat ataupun di rumah.
Baca juga: Rayakan Saraswati, Pura Jagatnatha Denpasar Bali Tekankan Masalah Sampah dan Tak Pakai Plastik
Doa yang dipanjatkan pun beragam, namun memiliki tujuan untuk memohon kebijaksanaan dan kecerdasan.
Selain itu juga untuk membersihkan hati serta pikiran agar ilmu yang diperoleh dapat digunakan dengan baik dan bijaksana.
Makna dari doa-doa ini sangat mendalam, mencerminkan penghormatan terhadap ilmu sebagai cahaya kehidupan yang membimbing manusia menuju kebenaran dan kebijaksanaan.
Doa-doa pada hari suci ini juga menjadi wujud harapan agar berkah ilmu pengetahuan dapat membawa kesejahteraan bagi diri sendiri dan masyarakat.
Dilansir dari situs Disbud Kabupaten Buleleng, upacara pada hari Saraswati, pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk diupacarai.
Widhi widhana (bebanten = sesajen) terdiri dari peras daksina, bebanten dan sesayut Saraswati, rayunan putih kuning serta canang-canang, pasepan, tepung tawar, bunga, sesangku (samba = gelas), air suci bersih dan bija (beras) kuning.
Pemujaan / permohonan Tirtha Saraswati dilakukan mempergunakan bahan-bahan: air, bija, menyan astanggi dan bunga.
Ambil setangkai bunga, pujakan mantra: Om, puspa danta ya namah.
Sesudahnya dimasukkan kedalam sangku. Ambil menyan astanggi, dengan mantram“Om, agnir, jyotir, Om, dupam samar payami“. Kemudian masukkan ke dalam pedupaan (pasepan).
Ambil beras kuning dengan mantram : “Om, kung kumara wijaya Om phat“.
Masukkan kedalam sesangku.
Setangkai bunga dipegang, memusti dengan anggaranasika, dengan mantram:
Mantra Artinya
Om, Saraswati namostu bhyam Warade kama rupini Siddha rastu karaksami Siddhi bhawantu sadam. Om, Dewi Saraswati yang mulia dan maha indah,cantik dan maha mulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pura-Jagatnatha-Denpasar-Umat-Hindu-di-Bali-Rayakan-Hari-Raya-Saraswati.jpg)