Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Dharma Santi Nasional Bali Dihadiri 5.500 Orang, Prabowo Minta Maaf Melalui Virtual

Giring Ganesha pada sambutannya mengatakan Nyepi bukan sekedar perayaan di tengah dunia yang riuh dan serba cepat. 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Dharma Santi Nasional perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 dengan tema Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju diadakan di Art Center Denpasar, Jumat 17 April 2026. Dharma Santi Nasional Bali Dihadiri 5.500 Orang, Prabowo Minta Maaf Melalui Virtual 

"Banyak yang kita terima, tetapi jangan-jangan sangat sedikit yang sempat kita cerna. Tanpa kita sadari, kita tidak sempat untuk hening. Kadang-kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan," kata, Pratikno. 

Melalui Nyepi, memulihkan kejernihan, menata perhatian agar tidak larut dalam hiruk pikuk dunia yang penuh kebisingan. 

Nyepi mengajarkan untuk berhenti. Berhenti sejenak itu sesuatu yang tidak mudah di jaman sekarang ini. 

Berhenti untuk hening, untuk melihat ke dalam, untuk menata kembali hubungan, diri kita dengan diri sendiri, dengan manusia sesama, dengan alam dan dengan Tuhan. 

Sementara itu, Presiden RI, Prabowo Subianto juga turut memberikan sambutannya secara virtual. Prabowo mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi 2026 kepada seluruh umat Hindu di Tanah Air. 

Ia juga meminta maaf tak dapat menghadiri acara Dharma Santi di Bali saat ini. 

"Pada kesempatan ini saya mohon maaf kepada anak-anakku di Bali dan masyarakat Bali seluruhnya, karena saya tidak dapat menghadiri secara langsung acara peringatan Dharma Santi Nasional 2026 atau 1948 Saka," ungkap Prabowo. 

Prabowo menekankan bahwa, Dharma Santi adalah momentum untuk saling memaafkan memperkuat persaudaraan dan meneguhkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan kita setelah nyepi kita melangkah bersama dalam semangat harmoni kedamaian dan persatuan nilai Tat Twam Asi, hidup saling menghormati dan hidup seimbang. 

"Saya percaya Umat Hindu Indonesia akan terus menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial, persatuan nasional, dan terus membangun Indonesia yang adil makmur, serta berdiri tegak di atas kaki kita sendiri, bagi umat Hindu mari kita selalu meneguhkan dan memegang kuat Tri Hita Karana," pungkas Prabowo. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved