Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Utama Keberanian Moral dari Popularitas Politik, Wapres Gibran Hadiri Tanwir II Pemuda Muhammadiyah

Kegiatan disponsori Bank Syariah Indonesia ini, turut dihadiri sejumlah tokoh bangsa dan pejabat publik seperti Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
Wapres Gibran datang ke Bali, salah satunya menghadiri acara Muhammadiyah di Bali. Sebelumnya acara Tanwir II Pemuda Muhammadiyah tahun 2026, diselenggarakan pada 21–23 Mei 2026 M / 4–6 Zulhijah 1447 H di Pulau Dewata, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM — Wapres Gibran datang ke Bali, salah satunya menghadiri acara Muhammadiyah di Bali. Sebelumnya acara Tanwir II Pemuda Muhammadiyah tahun 2026, diselenggarakan pada 21–23 Mei 2026 M / 4–6 Zulhijah 1447 H di Pulau Dewata, Bali.

Acara ini resmi dibuka Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Kemudian agenda strategis nasional ini juga dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti.

Serta didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. 

Kegiatan yang disponsori Bank Syariah Indonesia ini, turut dihadiri sejumlah tokoh bangsa dan pejabat publik seperti Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar. Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca juga: BRI Dukung Pengembangan Usaha Pemindangan Ikan Melalui Penyaluran KUR di Bali dan Nusa Tenggara

Baca juga: World Healing Day 2026, Glico WINGS Ajak Gen Z Nikmati Es Krim Jepang HAKU Almond Classic Deluxe

Para Ketua Organisasi kepemudaan lintas iman, akademisi, serta perwakilan kader dari seluruh wilayah tanah air. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan, posisi Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan strategis generasi muda dalam merawat demokrasi, memperkuat dialog kebangsaan, dan menjaga semangat persatuan Indonesia.

Mengusung tema besar “Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya”, Tanwir II menjadi momentum konsolidasi arah gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, dan transformasi generasi muda Indonesia.

Forum ini merupakan refleksi serta evaluasi, agenda strategis organisasi, perumusan sikap terhadap isu kebangsaan dan keumatan, hingga persiapan menuju Muktamar Pemuda Muhammadiyah mendatang.

Dalam pidato pembukaannya, pria yang akrab disapa Fikar itu menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak boleh kehilangan akar sosialnya di tengah perubahan zaman. 

"Jangan sampai organisasi sibuk membangun panggung, tapi lupa membangun kader. Kita tidak butuh gerakan yang hanya ramai di media sosial, tetapi sepi di cabang dan ranting. Pemuda Muhammadiyah harus mengakar ke bawah, hadir di denyut persoalan anak muda, masuk ke kampus, desa, masjid, komunitas, dan ruang-ruang tempat rakyat sedang berjuang menghadapi hidup,” jelasnya.  

Ia menilai bahwa tantangan generasi muda hari ini, bukan hanya soal lapangan pekerjaan dan pendidikan, tetapi juga krisis arah, ketimpangan akses, dan hilangnya keberanian moral dalam ruang publik. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah harus bertumbuh dengan orientasi yang jelas dan berdampak.

“Bertumbuh bukan sekadar memperbanyak struktur atau seremonial. Bertumbuh itu ketika kader punya kapasitas, punya keberanian berpikir, dan mampu merebut ruang strategis bangsa. Kita ingin Pemuda Muhammadiyah melahirkan intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, dan pemimpin masa depan yang tetap berpihak pada rakyat dan nilai Islam berkemajuan,” imbuhnya.  

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus berani keluar dari zona nyaman organisasi dan masuk ke arena perubahan sosial yang nyata. "Kalau anak muda hanya jadi penonton perubahan, kita akan tertinggal. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus memengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini,” katanya.  

Pada momentum pembukaan Tanwir II ini, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla. Buku tersebut lahir dari kegelisahan atas semakin jauhnya politik dari etika pengabdian serta minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan gagasan kebangsaan.

Dalam pengantarnya, Fikar menilai bahwa generasi muda hari ini membutuhkan lebih banyak teladan keberanian moral dibanding sekadar popularitas politik. Negarawan Muda Indonesia ditulis sebagai refleksi sekaligus ajakan agar anak muda tidak alergi terhadap politik, tetapi justru hadir membawa integritas, gagasan, dan keberpihakan sosial di tengah krisis keteladanan publik.

Sebagai organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah persyarikatan di berbagai lini kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, kebudayaan, hingga kebangsaan. Melalui Tanwir II ini, Pemuda Muhammadiyah ingin memastikan bahwa gerakan dakwah Islam berkemajuan tetap relevan dengan tantangan zaman sekaligus membumi di tengah kebutuhan masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved