Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Distan Bali Tanggapi Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak, Sebut ASF Telah Jadi Penyakit Endemis di Bali

peternak disarankan untuk mengisolasi ternak babi yang baru dibeli sebelum dicampur dengan ternak lainnya.

Tayang:
Istimewa
Pemeriksaan Distan Bali pada ternak babi mati mendadak. Distan Bali Tanggapi Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak, Sebut ASF Telah Jadi Penyakit Endemis di Bali 

Oleh karena itu, kewaspadaan dan kedisiplinan peternak menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit tersebut.

Sunada menegaskan pengendalian ASF memerlukan kerja sama seluruh pihak, terutama para peternak sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ternak. 

Menurutnya, peternak perlu terus menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak dengan memberikan pakan berkualitas, melakukan vaksinasi untuk penyakit lain yang dapat dicegah, serta segera melakukan pengobatan apabila ditemukan gejala penyakit pada ternak.

“ASF memang sudah menjadi penyakit endemis di Bali, sehingga yang paling penting saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam penerapan biosekuriti. Kami mengimbau peternak untuk menjaga sanitasi kandang, membatasi lalu lintas orang dan barang ke kandang, serta segera melapor apabila ada ternak sakit atau mati mendadak,” bebernya.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia dapat menjadi perantara (carrier) penyebaran virus ASF dari satu kandang ke kandang lain apabila tidak mematuhi prosedur kebersihan kandang. 

Oleh sebab itu, setiap orang yang masuk ke area peternakan diharapkan menggunakan alas kaki khusus, mencuci tangan, dan memastikan peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih serta telah didisinfeksi.

Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota juga terus memperkuat pengawasan lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan hewan, serta edukasi kepada masyarakat guna mencegah penyebaran ASF yang lebih luas.

"Ramainya informasi di media sosial diharapkan tidak menimbulkan kepanikan ataupun panic selling yang justru dapat merugikan peternak. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, tidak membuang bangkai ternak sembarangan, dan segera melapor kepada petugas apabila ditemukan kematian ternak yang tidak normal," pungkasnya.

Informasi kasus ASF akan disampaikan secara bijak dan berdasarkan data resmi sehingga tidak memunculkan persepsi seolah terjadi wabah besar di seluruh Bali

Penanganan bersama dinilai sangat penting karena sektor peternakan babi tidak hanya menopang ekonomi masyarakat Bali, tetapi juga berkaitan erat dengan kebutuhan adat, budaya, dan pariwisata daerah. 

Sementara itu, hasil uji sampel babi mati di Tabanan, Badung dan Gianyar belum keluar hingga kini.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved