Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Menatap Pergeseran Gaya Hidup Urban dan Digitalisasi Dari Work From Bali Hingga Berwisata

keterbatasan infrastruktur fisik seperti titik colokan listrik di area publik mulai memicu titik jenuh baru di kalangan pekerja digital.

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Seorang model memamerkan inovasi teknologi untuk pemenuhan daya di CW Infinity Denpasar, Bali, pada Selasa 26 Mei 2026 petang. Menatap Pergeseran Gaya Hidup Urban dan Digitalisasi Dari Work From Bali Hingga Berwisata 

"Bali banyak sekali masyarakatnya yang work from Bali, terutama para pekerja yang sangat laptop user," jabar dia.

William mengonfirmasi bahwa penetrasi pasar global ini secara resmi telah menyasar Bali sebagai titik strategis sejak setahun lalu.

Dalam konteks pariwisata, kebutuhan untuk mendokumentasikan setiap momen secara instan menuntut perangkat digital terhindar dari kondisi kehabisan daya.

Selain itu, regulasi ketat dalam industri penerbangan global mengenai keselamatan transportasi juga memengaruhi perilaku wisatawan dalam memilih perangkat teknologi pendukung.

Sementara itu, Business Head Representative Pisen Indonesia, Sela Marlin Hendrawan memaparkan bahwa tren kebutuhan perangkat pemenuh daya portabel meningkat tajam seiring dengan lonjakan aktivitas perjalanan domestik maupun internasional.

Wisatawan kini kian selektif dan mengutamakan faktor regulasi keselamatan penerbangan internasional, seperti standarisasi sertifikasi keamanan.

"Tren saat ini sangat meningkat, terutama karena traveling juga sangat meningkat. Kalau berbicara traveling ke luar negeri, saat ini dibutuhkan sertifikasi khusus yang disebut CCC (China Compulsory Certifications)," ujarnya.

"Sertifikasi ini menjamin bahwa perangkat aman dibawa untuk penerbangan karena telah diuji secara ketat. Semua orang sekarang mencari yang maunya aman dan sudah bersertifikasi," imbuh Sela Marlin.

Lebih lanjut, Sela menjabarkan evolusi teknologi pengisian daya yang kini dituntut serba cepat melalui inovasi seperti teknologi transmisi energi C2 yang menekan kehilangan daya.

Hingga ambang minimum sekaligus mencegah perangkat menjadi panas serta teknologi GaN2 yang mereduksi ukuran fisik pengisi daya namun tetap mempertahankan kapasitas hantaran energi yang besar.

Ragam inovasi ini mencakup pengisi daya nirkabel magnetis dengan multi-posisi pantauan gawai, perangkat multifungsi yang terintegrasi untuk jam tangan pintar.

Hingga pengisi daya berkapasitas besar hingga 240 watt yang dirancang secara spesifik untuk menyokong kebutuhan pararel tiga unit laptop sekaligus bagi komunitas pekerja urban yang terbiasa berkumpul dan berkolaborasi.

Menanggapi fenomena pergeseran perilaku konsumen digital tersebut, industri ritel lokal di Bali dipaksa untuk ikut bertransformasi.

Pelaku usaha ritel tidak lagi bisa sekadar mengandalkan penjualan komoditas perangkat komunikasi utama, melainkan harus adaptif dalam menyediakan ekosistem pendukung gaya hidup modern yang terkurasi.

Pada kesempatan yang sama, COO Cellular World, Ni Wayan Yuliani menegaskan komitmen industri ritel di Bali dalam merespons arah baru gaya hidup digital masyarakat tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved