Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tribun Bali Award

Gubernur Koster Cerita Diserang Netizen dan Jadikan Penyemangat

Koster memandang media Tribun Bali sebagai mitra strategis untuk meluruskan persepsi-persepsi keliru yang kerap beredar

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri acara penganugerahan Tribun Bali Award 2026 di Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, Jumat, 29 Mei 2026. Tribun Bali Award, Koster Paparkan Desain Haluan 100 Tahun Untuk Putus Ketergantungan Luar Daerah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster, menanggapi dengan santai berbagai kritik dan perundungan (bullying) yang kerap dialamatkan kepadanya di media sosial.

Hal tersebut disampaikannya secara langsung saat menghadiri dan menerima penghargaan dalam acara Tribun Bali Award 2026 yang berlangsung di Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, pada Jumat 29 Mei 2026.

Di hadapan para undangan, Koster menyebut bahwa riuhnya dinamika di media sosial, termasuk rundungan dari netizen, justru menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Saya itu akhir-akhir ini kan banyak buli-buli, buli-buli. Tapi itu sebenarnya jadi penyemangat buat saya. Senang sekali saya ada buli-buli itu, karena kalau enggak begitu, enggak ramai dunia ini, terlalu sepi," tutur Koster.

Baca juga: Tribun Bali Award, Koster Paparkan Desain Haluan 100 Tahun Untuk Putus Ketergantungan Luar Daerah

Kendati dirinya menanggapi hal tersebut sebagai bagian dari dinamika, ia tidak menampik bahwa pihak keluarga sempat merasa risih dengan situasi tersebut.

"Cuma istri saya sama anak saya yang enggak sabaran. Mereka bilang, 'Bapak ini viral melulu, berhenti,' begitu katanya. Saya bilang, sabar aja, kita juga butuh seni dalam menghadapi ini," tambahnya.

Dalam pidatonya, Koster juga menekankan betapa krusialnya peran media massa dalam menjembatani program kerja pemerintah agar bisa dipahami dan diterima secara utuh oleh masyarakat luas.

Ia menyadari bahwa tanpa adanya eksposure yang objektif dan masif dari media, keberhasilan kinerja pemerintah daerah tidak akan pernah sampai ke telinga publik secara merata.

Koster memandang media Tribun Bali sebagai mitra strategis untuk meluruskan persepsi-persepsi keliru yang kerap beredar di platform digital tanpa dasar yang jelas.

"Kinerja itu harus sampai kepada masyarakat, dan tanpa media, hal itu tidak akan pernah sampai. Oleh karena itu, kita sangat butuh media," ujarnya.

"Diperlukan kolaborasi yang baik dengan media supaya apa yang dilakukan baik ini diterima oleh masyarakat, sehingga berkurang itu buli-bulinya dari yang enggak karuan," tegas Koster.

Terkait hubungan kerja sama publikasi, Koster sempat melontarkan kelakar segar kepada manajemen Tribun Bali.

Ia meminta agar sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin baik dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terus dilanjutkan, namun dengan penyesuaian nilai kerja sama yang realistis.

"Teruskan ini, sinergi dan kolaborasinya," ucapnya.

Di samping membahas dinamika media, Gubernur asal Desa Sembiran ini memanfaatkan momentum penghargaan tersebut untuk kembali menyuarakan pentingnya kemandirian ekonomi lokal Bali.

Koster mengapresiasi komitmen Tribun Bali yang secara konsisten memberikan ruang dan perhatian khusus bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pulau Dewata.

Menurutnya, keberpihakan media terhadap produk lokal sejalan dengan visi "Nalurih Kerthi Loka Bali" yang terus ia gaungkan guna memperkuat struktur perekonomian dari akar rumput.

"Terima kasih kepada Tribun yang memberi atensi kepada UMKM Bali. Semoga ini terus digulirkan dan diikuti oleh yang lain untuk memajukan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Janganlah kita bangga kalau kita terus-terusan bergantung dari luar, bahayanya sekali itu," papar Koster.

Apresiasi yang diterima Koster kali ini sekaligus mempertegas catatan Tribun Bali sebelumnya mengenai langkah-langkah strategis Pemprov Bali dalam melakukan proteksi terhadap produk lokal.

Mulai dari pemberlakuan penggunaan busana adat Bali, pemanfaatan Kain Tenun Ikat Endek, hingga optimalisasi pemasaran produk pertanian lokal di hotel-hotel berbintang.

Melalui penghargaan ini, sinergi antara pemerintah daerah dan media diharapkan dapat terus memacu pertumbuhan ekonomi Bali secara inklusif dan berkelanjutan.

Di akhir pidatonya, Koster menutup dengan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh komponen masyarakat dan media yang terus mengawal pembangunan Bali. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved