Berita Bali
Dewa Jack Tepis Isu Keretakan di DPRD Bali Terkait Rekomendasi Kasus BTID
Menanggapi isu bisik-bisik tersebut, Dewa Jack menepis adanya konflik atau pertentangan yang bersifat merusak di internal
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Ya tentu kalau beda pendapat, karena keberadaan demokrasi kita ini kan, apalagi sekarang dengan teknologi begitu sangat maju, pendapatnya bukan soal pertentangan."
"Tapi pendapatnya, menurut saya, yang tergabung di pansus ini kan cuma 15 orang, mewakili 4 fraksi, mewakili 4 komisi. Nah, tentu ada pandangan yang berbeda yang disampaikan bagi pimpinan yang tadi ikut rapat sebelum rapat paripurna intern. Karena rekan kita kan tidak ikut turun, tapi mendengarkan atau membaca apa yang ada di media sosial, nah itu," terangnya.
Untuk menjaga independensi dan objektivitas keputusan dewan, Dewa Jack memastikan bahwa DPRD Bali bersikap tegas untuk mengabaikan opini luar atau asumsi yang berkembang di ruang digital.
Hasil akhir yang disepakati oleh dewan dalam paripurna intern tersebut murni mengadopsi naskah otentik yang dirumuskan oleh Pansus TRAP.
"Nah, sehingga dalam fakta rekomendasi yang disampaikan oleh Ketua Pansus, hal itu kita tidak adopsi. Nah, yang menjadi keputusan rapat intern tadi adalah apa yang menjadi rekomendasi Pansus TRAP saja. Tidak pendapat yang tidak tercantum dalam rekomendasi," pungkasnya. (*)
Berita lainnya di Pansus TRAP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Provinsi-Bali-I-Dewa-Made-Mahayadnya-yang-akrab-disapa-Dewa-Jack8.jpg)