Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

FKP 2026, RSUD Bali Mandara Fokus Pada Kanker dan Kualitas Hidup Pasien

tren medis di RSUD Bali Mandara menunjukkan kasus kanker payudara dan kanker serviks menempati posisi paling dominan. 

Tayang:
Istimewa
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara Provinsi Bali menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026. FKP 2026, RSUD Bali Mandara Fokus Pada Kanker dan Kualitas Hidup Pasien 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara Provinsi Bali menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026. 

Agenda tahunan ini dilaksanakan sebagai wadah transparansi untuk memperkenalkan layanan medis terbaru sekaligus menyerap aspirasi dan masukan langsung dari elemen masyarakat serta para pemangku kepentingan (stakeholders).

Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, M.Kes, menjelaskan bahwa forum ini memegang peranan penting dalam menyelaraskan program kerja rumah sakit dengan ekspektasi masyarakat luas.

"Hari ini kita buat acara Forum Komunikasi Publik yang tujuannya untuk memperkenalkan layanan-layanan baru kami di Rumah Sakit Bali Mandara. Di samping itu kita juga minta masukan dari masyarakat terkait apa yang sudah kami kerjakan kemudian apa yang akan kami kerjakan ini bisa diterima atau tidak. Seperti itu aja," ujar dr. Putra Dharma Jaya saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu 6 Juni 2026.

Baca juga: Seorang Pria Tidur di Jalur Motor Tol Bali Mandara, Petugas Cium Bau Alkohol

Berdasarkan data performa interaksi publik, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Bali Mandara berada pada kategori yang sangat baik.

"Kalau yang terakhir kita lihat sekitar 85 persen ya kepuasan masyarakat terhadap layanan kami. Jadi Itu kalau itu artinya sudah cukup baik layanan kami sehingga masyarakat bisa menerima kami sebagai pusat layanan rujukan khususnya di Bali," tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengonfirmasi bahwa mayoritas pasien, yakni sekitar 85 persen dari total pasien yang berobat, menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Dharma Jaya mengungkapkan bahwa layanan onkologi (kanker) menjadi salah satu unit yang paling banyak diakses oleh masyarakat karena didukung oleh fasilitas medis yang mutakhir dan komprehensif.

"Terus terang layanan kanker untuk kami ya cukup besar. Untuk mereka datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan ya. Artinya mereka ingin memastikan kesehatan mereka atau kalau mereka memang ada kanker untuk pemeriksaan lebih lengkapnya apa aja yang mau dikerjakan apa yang mau diinikan atau terapi yang mau diberikan itu biasanya mereka datangnya ke sini. Karena kalau dari sisi kelengkapan fasilitas yang kita punya ya cukup lengkaplah di Bali Mandara," jelasnya.

Ia merinci bahwa layanan unggulan kanker di rumah sakit ini mencakup tindakan pembedahan atau onkologi, kemoterapi, radioterapi (penyinaran), kedokteran nuklir, hingga penambahan fasilitas mutakhir berupa brakiterapi. 

Fasilitas brakiterapi ini secara spesifik digunakan untuk penanganan kasus kanker serviks, baik dari tahapan diagnostik maupun terapi langsung. 

Sejauh ini, tren medis di RSUD Bali Mandara menunjukkan kasus kanker payudara dan kanker serviks menempati posisi paling dominan. 

Melalui penguatan fasilitas ini, ia berharap warga Bali tidak perlu lagi melakukan pengobatan ke luar daerah.

"Harapannya dengan kegiatan ini kita berharap layanan kami bisa diterima oleh masyarakat, kemudian bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali khususnya sehingga masyarakat Bali itu enggak perlu keluar untuk cari pengobatan di luar cukup pengobatan di Bali sehingga Bali Mandara," terangnya.

Di sisi teknis pelaksanaan, Ketua Panitia FKP RSUD Bali Mandara, I Kade Iman Darmawan, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan amanat legal formal yang wajib dijalankan oleh instansi penyedia layanan publik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved