Berita Bangli
Bangunan di TWA Panelokan Kintamani Bali Mulai Dibongkar Secara Gotong Royong
Bendesa Adat Kedisan juga ikut serta dalam pembongkaran dan menyampaikan apresiasi pembongkaran ini
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Menindaklanjuti hasil keputusan dan kesepakatan penyelesaian permasalahan terkait keberadaan bangunan di Taman Wisata Alam (TWA) Panelokan, Kintamani, Bangli, Bali, mulai dilakukan pembongkaran bangunan kedai pada Selasa 21 Oktober 2025.
Di mana pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko beserta jajaran BKSDA Bali.
Kepala BKSDA Bali pun telah menemui pemilik bangunan I Ketut Oka Sari Merta, dan yang bersangkutan menyampaikan apresiasi karena terus didampingi oleh BKSDA Bali dalam kegiatan pembongkaran.
“Saya ikhlas, bangunan kedai dibongkar tanpa syarat,” ujar Ketut Oka, Selasa 21 Oktober 2025.
Baca juga: Kepala BKSDA Bali Akui Lalai, Oka Ikhlas Bongkar Bangunan Di TWA Penelokan Bangli
Pembongkaran ini dilakukan oleh I Ketut Oka Sari Merta, dengan melibatkan 7 orang pekerja, 10 orang Masyarakat Peduli Api (MPA), dan juga 19 orang pegawai BKSDA Bali yang berasal dari seluruh petugas Resor KSDA lingkup Seksi KSDA Wilayah II, serta unsur Pecalang Desa Adat Kedisan, Polsek Kintamani, Kodim Bangli, Bhabinkamtibmas Desa Kedisan.
Kegiatan pembongkaran diliputi dalam suasana kegotongroyongan.
Bendesa Adat Kedisan juga ikut serta dalam pembongkaran dan menyampaikan apresiasi pembongkaran ini, dan meyakinkan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam TWA Panelokan.
“Saya belajar banyak tentang keikhlasan sebagai bagian ilmu kehidupan dari seorang I Ketut Oka Sari Merta,” ungkap Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko.
Ia pun meminta kepada seluruh pegawai BKSDA Bali harus menggunakan momentum ini, sebagai momen introspeksi diri, meningkatkan kompetensi diri, baik penguasaan regulasi dan sensitivitas terhadap kondisi sosial masyarakat.
Di lokasi tersebut akan dilakukan pemulihan ekosistem melalui penanaman, dan area tersebut yang berada di ruang publik blok pemanfaatan TWA Panelokan, dan tetap menjadi salah satu obyek wisata alam yang dapat dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat Desa Kedisan.
BKSDA Bali mengusulkan lokasi ini sebagai obyek wisata alam dengan nama “Amerta Kedisan Hidden Hill”.
“Semoga pembongkaran ini dapat memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat. BKSDA Bali berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Bali,” ucap Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko.(*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bangunan-di-TWA-Panelokan-Kintamani-Bali-Mulai-Dibongkar-Secara-Gotong-Royong.jpg)