Berita Bangli
BKSDA Minta Bongkar Bangunan dan Gelar Upacara Bendu Piduka, Penyelesaian Polemik TWA Penelokan
Polemik Pembangunan di Kawasan Hutan Konservasi atau Taman Wisata Alam (TWA) Penelokan di Desa Kedisan, Kintamani, Bangli
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Polemik Pembangunan di Kawasan Hutan Konservasi atau Taman Wisata Alam (TWA) Penelokan di Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, akhirnya memasuki babak baru.
Pihak BKSDA Bali menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dan meminta pengembang untuk membongkar bangunan yang berdiri di kawasan hutan konservasi tersebut.
Tak hanya itu, pengembang juga wajib melakukan upacara ala Hindu Bali, yakni bendu piduka, sebagai bentuk permohonan maaf terhadap alam atas kerusakan yang terjadi akibat pembangunan tersebut.
Baca juga: KEJARI Klungkung Periksa Sekda Badung, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp700 Juta!
Diketahui bahwa antara tokoh masyarakat Desa Adat dan Desa Dinas Kedisan telah bertemu dengan Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko.
Dalam hal ini, Ratna pun meminta maaf atas kejadian tersebut dan meminta pengembang untuk membongkar bangunan yang berdiri di kawasan hutan konservasi.
"Permohonan maaf tersebut telah diterima dengan lapang dada oleh desa adat dan desa dinas Kedisan," kata Bendesa Adat Kedisan, Nyoman Lama Antara, Selasa (14/10/2025).
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, juga meminta BKSDA untuk berkomitmen dengan Pemkab Bangli untuk satu tim dalam mengembangkan program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat.
"Keberadaan bangunan tersebut agar segera dibongkar," tegas Sekda Bangli, Dewa Bagus Riana Putra.
Baca juga: Situasi Terkini di Songan Bangli Pasca Bentrok Berdarah, Polisi Dalami Peran Ketiga Pelaku
Pengembang juga melaksanakan upacara Bendu Piduka di lokasi pembangunan sebagai bentuk permintaan maaf dan untuk memenuhi dresta awig-awig desa adat Kedisan.
"Rencana hari ini akan dilangsungkan upacara Bendu Piduka oleh pihak pengembang," sebut bendesa. (weg)
| TPA Landih Direvitalisasi Rp18 Miliar, Pengelolaan Sampah Bangli Ditingkatkan |
|
|---|
| Cakupan JKN di Bangli Bali Capai 99,76 Persen, Tunggakan Iuran Masih Jadi Tantangan |
|
|---|
| LUKA di Leher & Wajah Sebabkan Sukma Meninggal Dunia, Anak di Songan Tewas Dikeroyok 3 Anjing Liar! |
|
|---|
| TRAGIS! Diduga 3 Anjing Keroyok Anak 4 Tahun Sampai Tewas di Songan Kintamani, Warga Minta Eliminasi |
|
|---|
| TANGIS Ayah Pecah Anaknya Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing di Songan Bangli, Ini Kronologinya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/KAWASAN-KONSERVASI-Kondisi-bangunan-di-Taman-Wisata-Alam-TWA-Penelokan.jpg)