Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisnis

PREMI Asuransi Properti Tumbuh 7,2 Persen, Kendaraan Bermotor Turun 5 Persen

Dari sisi klaim, Ogi menyebut, klaim asuransi harta benda tercatat sekitar Rp 4,8 triliun atau turun sebanyak 6,2% YoY.

Tayang: | Diperbarui:
KONTAN/BAIHAKI
PROYEK - Pekerja beraktivitas pada proyek properti di Jakarta, belum lama ini. Asuransi properti menyumbang kontribusi 30,7% terhadap total pendapatan premi asuransi umum pada semester I-2025. 

TRIBUN-BALI.COM - Kinerja lini asuransi umum menunjukkan arah beragam hingga Agustus 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi pada lini usaha asuransi harta benda (properti) tumbuh positif, sementara asuransi kendaraan bermotor justru mengalami penurunan.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pendapatan premi asuransi harta benda tercatat mencapai sekitar Rp 23 triliun per Agustus 2025, atau meningkat 7,2 persen secara tahunan (YoY).

Sebaliknya, pendapatan premi pada asuransi kendaraan bermotor mencapai sekitar Rp 13,5 triliun per Agustus 2025, turun 5 persen YoY, seiring dengan lemahnya pasar otomotif di Indonesia.

 

Baca juga: KOSTER Lantik Mudarta Jadi Kepala Dinas Perhubungan Bali, Pesan Gubernur: Harus Tegas dan Berani!

Baca juga: SERAH Terima Pinjam Pakai Lahan Akses Jalan GWK Diteken, Gubernur Berharap Situasi Kembali Normal 

 

Dari sisi klaim, Ogi menyebut, klaim asuransi harta benda tercatat sekitar Rp 4,8 triliun atau turun sebanyak 6,2 persen YoY. Adapun klaim asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,3 triliun, naik 2 % YoY.

Menurut Ogi, kondisi tersebut menunjukkan industri masih dalam situasi yang terkendali. “OJK terus mendorong penguatan praktik manajemen risiko dan reasuransi agar kapasitas perlindungan terhadap bencana dan risiko meningkat tetap terjaga,” kata Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Kamis (30/10).

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut terdapat beberapa sektor yang menjadi penopang pertumbuhan premi sepanjang semester-I 2025. Di antaranya seperti asuransi properti, asuransi rekayasa, asuransi rangka kapal dan asuransi kesehatan.

Sepanjang semester I-2025, AAU mencatat total pendapatan premi asuransi umum tercatat mencapai Rp 58,50 triliun. Jumlah ini meningkat tipis 5,8 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,27 triliun.

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan menyebut asuransi properti menjadi penopang dengan persentase kenaikan 8,1 % . Pertumbuhan premi di lini ini mencetak angka hingga Rp 17,95 triliun atau sekitar 30,7 % terhadap total pendapatan premi asuransi umum pada semester I-2025.

“Pertumbuhan terbesar selanjutnya diikuti marine hull insurance dengan kenaikan signifikan hingga 16?n engineering insurance yang juga melonjak hingga 35,2 % sejalan dengan proyek infrastruktur,” kata Budi. 

Di luar itu, Ia juga menyebutkan health insurance mencatat kenaikan hingga 18,2 % ke angka Rp 5,63 triliun. Ia memprediksi, lini-lini inilah yang berpotensi terus menjadi kontributor utama di paruh kedua tahun ini.

Ke depannya, AAUI menyebut langkah yang perlu dijalankan pelaku industri adalah memperkuat disiplin underwriting agar pertumbuhan premi tetap sehat.

Menurutnya pelaku industri juga perlu memperdalam kerja sama dengan reasuransi untuk mengelola kapasitas dan volatilitas risiko, serta mendorong inovasi produk dan digitalisasi distribusi untuk memperluas jangkauan proteksi.

“Tak kalah penting, industri juga perlu menekan combined ratio dengan melakukan efisiensi biaya, khususnya terkait besaran biaya akuisisi, agar kualitas pertumbuhan premi dapat diikuti dengan perbaikan profitabilitas,” kata dia. (kontan)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved