Harga Bahan Pokok di Bali
Pedagang di Denpasar Diberi Teguran Keras, Pasca Ditemukan Harga Ayam Rp42.000 Per Kilo
Harga pangan dikabarkan mulai melonjak dan mencurigakan. Terutama menjelang momentum Hari Besar Keagamaan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Harga pangan dikabarkan mulai melonjak dan mencurigakan.
Terutama menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, Idul Fitri 1447 H hingga Hari Raya Nyepi Saka 1948.
Menanggapi hal ini, Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Satgas Saber Pangan) sudah bergerak di lapangan.
Di Bali, tim gabungan yang dimotori Ditreskrimsus Polda Bali bersama Bapanas dan Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kreneng hingga ritel modern di Kota Denpasar.
Baca juga: Antisipasi Permainan Harga Jelang Lebaran & Nyepi, Satgas Saber Pangan Buka Hotline Aduan
Hasilnya, petugas menemukan adanya indikasi ‘permainan’ harga di tingkat pedagang seperti daging ayam ditemukan dijual seharga Rp42.000 per kilogram (kg).
Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) berada di angka Rp40.000 per kg.
Gula konsumsi ditemukan harga Rp17.800 per kg, melebihi HET yang seharusnya Rp17.500 per kg.
Terhadap para pelanggar ini, petugas langsung melayangkan surat teguran keras di tempat.
Baca juga: HARGA Ayam Ditemukan Rp42.000 Per Kg, Satgas Pangan Awasi Permainan Harga Jelang Lebaran dan Nyepi
Namun, ada juga kabar baik komoditas seperti cabai rawit merah yang sebelumnya sempat melambung, kini terpantau sudah kembali stabil sesuai HET yakni Rp 70.000 per kg.
Pengawasan ketat ini dilakukan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sasaran Satgas Saber mencakup seluruh rantai pasok, dari produsen hingga ritel modern.
Ada belasan komoditas utama yang menjadi radar pengawasan.
Adalah beras, jagung, kedelai, daging sapi atau kerbau dan daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah dan bawang putih, cabai rawit dan besar serta minyak goreng dan gula konsumsi.
Baca juga: MALING Gasak 15 Ayam Jantan Arsana dan Carma di Sangsit Buleleng Bali
Satgas Saber kini juga mengaktifkan Hotline Pengaduan Nasional.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada oknum yang ‘bermain’ di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Masyarakat kini memiliki ‘senjata’ untuk melawan praktik kecurangan distribusi maupun harga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sidak-yang-dilakukan-oleh-Satgas-Saber-Pangan-Polda-Bali-896.jpg)