Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Antisipasi Permainan Harga Jelang Lebaran & Nyepi, Satgas Saber Pangan Buka Hotline Aduan

Antisipasi Permainan Harga Jelang Lebaran & Nyepi, Satgas Saber Pangan Buka Hotline Aduan

Tayang:
Istimewa/Polda Bali
Tim Satgas Pangan Polda Bali kembali menggelar sidak kali ini menemukan harga gula di atas HET, pada Jumat 6 Februari 2026. Harga Gula Melonjak, Satgas Pangan Bali Semprit Pelaku Usaha Nakal di Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang hiruk-pikuk Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 mulai dari Imlek, Ramadan, Idul Fitri 1447 H, hingga Hari Raya Nyepi Saka 1948 kabar kurang sedap biasanya mulai muncul harga pangan yang tiba-tiba "melambung" atau mutu pangan yang mencurigakan.

Menanggapi hal ini, pemerintah tidak tinggal diam. Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan resmi mengaktifkan Hotline Pengaduan Nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada oknum yang "bermain" di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Baca juga: Miris PPPK Paruh Waktu di Tabanan Kerja Tanpa Gaji, Pemkab Berdalih Proses Administrasi

Masyarakat kini memiliki "senjata" untuk melawan praktik kecurangan distribusi maupun harga. Melalui nomor 0853-8545-0833, masyarakat bisa melaporkan segala bentuk kejanggalan di pasar, mulai dari harga yang melampaui aturan hingga peredaran pangan yang tidak layak konsumsi.

"Masyarakat adalah kunci. Melalui hotline ini, warga bisa langsung melaporkan dugaan pelanggaran harga, kecurangan distribusi, hingga pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya," tegas Ketua Pelaksana Satgas Saber Pangan RI, Dr. I Gusti Ketut Astawa kepada Tribun Bali, pada Selasa 10 Februari 2026.

Baca juga: Tante Jenna Tewas Diduga Jadi Korban Begal di Kerobokan Sepulang Kopdar, Polisi Diminta Usut Tuntas

Bukan sekadar gertakan, Satgas Saber Pangan sudah mulai bergerak di lapangan. Di Bali, tim gabungan yang dimotori Ditreskrimsus Polda Bali bersama Bapanas dan Bulog baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kreneng hingga ritel modern di Denpasar.


Hasilnya, petugas menemukan adanya indikasi "permainan" harga di tingkat pedagang seperti Daging Ayam ditemukan dijual seharga Rp42.000/kg, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) berada di angka Rp40.000/kg.


Gula Konsumsi ditemukan harga Rp17.800/kg, melebihi HET yang seharusnya Rp17.500/kg.


Terhadap para pelanggar ini, petugas langsung melayangkan surat teguran keras di tempat. Namun, ada juga kabar baik komoditas seperti cabai rawit merah yang sebelumnya sempat melambung, kini terpantau sudah kembali stabil sesuai HET yakni Rp70.000/kg.


Pengawasan ketat ini dilakukan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sasaran Satgas Saber mencakup seluruh rantai pasok, dari produsen hingga ritel modern.


Ada belasam komoditas utama yang menjadi radar pengawasan meliputi beras, jagung, kedelai, daging sapi/kerbau dan daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah dan bawang putih, cabai rawit dan besar serta minyak goreng dan gula konsumsi.


Satgas Saber Pangan yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 4 Tahun 2026 ini berkomitmen menciptakan situasi pasar yang kondusif. 


Jika masyarakat menemukan harga bahan pokok di pasar yang tidak masuk akal atau menemukan gudang yang diduga melakukan penimbunan, jangan ragu untuk bertindak mengubungi Hotline Satgas Saber Pangan di 0853-8545-0833. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved