Bisnis
Outstanding Rp98,54 T, Pembiayaan Fintech P2P Lending Tumbuh, OJK: Perlu Penguatan Mitigasi Risiko!
OJK juga mencatat, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech lending pada awal 2026 mengalami peningkatan.
TRIBUN-BALI.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending dapat terus tumbuh positif pada 2026.
Data OJK mencatat, industri fintech P2P lending masih membukukan pertumbuhan pembiayaan yang signifikan per Januari 2026. Adapun outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 98,54 triliun per Januari 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,52 persen secara Year on Year (YoY).
OJK juga mencatat, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech lending pada awal 2026 mengalami peningkatan. Angka TWP90 per Januari 2026 tercatat sebesar 4,38 % , atau meningkat dari posisi Desember 2025 yang sebesar 4,32?n posisi Januari 2025 yang sebesar 2,52 % .
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan ada sejumlah faktor yang mendukung proyeksi tersebut. “Salah satunya didorong oleh digitalisasi pembiayaan dan inovasi produk berbasis data alternative,” ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3).
Baca juga: JENAZAH Kadek Wahyu Akhirnya Ditemukan, 162 Personel Dikerahkan dalam Pencarian Sisir Sungai
Baca juga: USAI OJK Cabut Izin Usaha BPR Kamadana di Kintamani, LPS Bayarkan Tahap 1, Rp25,6 Miliar ke Nasabah
Meskipun demikian, Agusman juga mengatakan terdapat sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja industri fintech lending. Tantangannya, seperti perlunya penguatan mitigasi risiko kredit dan penguatan ketahanan terhadap dinamika perekonomian.
Oleh karena itu, penyelenggara fintech lending perlu melakukan langkah-langkah penguatan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas pembiayaan.
Selain itu, OJK memproyeksikan penyaluran pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perusahaan pembiayaan terus tumbuh positif pada 2026. Agusman mengatakan proyeksi itu didasarkan sejumlah faktor.
“Salah satunya seiring meningkatnya permintaan dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan formal,” ungkapnya.
Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 12,18 triliun per Januari 2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 71,13 % secara Year on Year (YoY).
Dari sisi penyelenggara, PT Akulaku Finance Indonesia juga menilai pembiayaan BNPL masih berpeluang tumbuh pada 2026. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor mengatakan hal itu didorong masih adanya permintaan atau kebutuhan pembiayaan masyarakat baik untuk konsumsi maupun aktivitas produktif.
“Peluang tersebut berjalan seiring dengan berkembangnya ekosistem digital dan kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang lebih fleksibel,” katanya.
Meski terdapat peluang pertumbuhan, Perry tak memungkiri terdapat tantangan utama yang bisa memengaruhi kinerja tahun ini. Salah satunya berasal dari kondisi makro ekonomi yang masih dinamis, pengelolaan risiko, kualitas pembiayaan, serta dinamika persaingan industri.
“Oleh karena itu, perusahaan berfokus pada strategi pertumbuhan yang selektif dan bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen,” kata Perry.
Adapun Akulaku Finance menerangkan pembiayaan bisnis paylater per akhir 2025 tumbuh mencapai dobel digit. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan.
Sementara itu, OJK menyampaikan Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga. Dia menyebut NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Januari 2026 sebesar 2,77 % .
| BANK Semakin Serius Tumbuhkan Bisnis Paylater, Simak Alasannya |
|
|---|
| HARGA Minyakita Capai Rp 15.900 Per Liter, KSP Soroti Saja, Sebut Waspada? Simak Beritanya! |
|
|---|
| WALAU Goncangan Geopolitik, OJK Catat Kinerja Intermediasi Perbankan Tumbuh & Terus Mendorong UMKM |
|
|---|
| IMING-iming Pajak 0 Persen, KEK Kura-Kura Jadi Indonesia Financial Center? Saingi Dubai & Singapura! |
|
|---|
| TransNusa Raih Penghargaan Top Airlines by Absolute Passenger Growth – Southeast Asia Category |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ILUSTRASI-UANG-TERPERCAYA-3-Pinjaman-KUR-BRI-2025-Bisa-Anda-Ajukan-Tanpa-Jaminan.jpg)