Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisnis

IMBAS Konflik Timur Tengah, Harga Daging Sapi Naik 20 Persen, Eceran di Pasar Rp160.000 Per Kg

JAPPDI menyebut harga daging yang naik sejak akhir tahun lalu, meningkat bertahap hingga saat ini imbas konflik Timur Tengah.

Tayang:
KONTAN/CHEPPY A. MUCHLIS
DAGING SEGAR - Pedagang daging sapi segar menata dagangannya di pasar tradisional Senen, Jakarta. Di tingkat pedagang eceran, harga daging kini rata-rata menyentuh Rp 140.000/kg hingga Rp160.000/kg di beberapa pasar. 

Direktur Eksekutif APPHI, Marina Ratna menegaskan sistem kuota impor menyebabkan Indonesia tak lagi menjadi pasar yang diperhitungkan pemasok.

Di sisi lain, konflik Timur Tengah juga disebut turut memengaruhi biaya logistik bagi importir. Namun secara umum, kenaikan harga daging saat ini, baik dari Australia maupun Selandia Baru, sudah terjadi sejak akhir 2025. 

“Kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan dari negara lain seperti China, Korea, Jepang, dan Amerika Serikat (AS),” kata Marina, Jumat (10/4).

Marina menambahkan, pengalihan izin impor kepada BUMN juga menjadi kendala. Sebab, meski BUMN mendapat kuota, dalam praktiknya kuota tersebut tetap diberikan kembali kepada pihak swasta. “Hal ini memicu praktik monopoli yang berpotensi menjaga harga tetap tinggi,” jelasnya.

Menurut Marina, jika skema kebijakan diubah dan lebih terbuka, masyarakat dapat memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau. APPHI berharap pemerintah dapat memberikan ruang bagi mekanisme pasar agar berjalan secara adil. “Harga seharusnya ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” ujar Marina.

Jika skema kebijakan diubah, menurutnya, masyarakat dapat memperoleh daging dengan harga yang lebih terjangkau. (kontan)

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved