bisnis
HARGA Eceran Tertinggi Minyakita Segera Naik! HET Berubah dalam Waktu Dekat, Ini Kata Kemendag
Wacana perubahan HET MinyaKita dari Rp 15.700 per liter bergulir seiring kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
TRIBUN-BALI.COM – Harga bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga plastik di dalam negeri. Salah satu komoditas yang terdampak adalah minyak goreng kemasan sederhana, Minyakita.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan segera menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita dalam waktu dekat. Wacana perubahan HET MinyaKita dari Rp 15.700 per liter bergulir seiring kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
“Nah target kita tuh dalam waktu dekat kita akan menyesuaikan HET,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (30/4).
Iqbal mengatakan, Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memerintahkan Kemendag menyusun kajian keekonomian menyangkut HET MinyaKita. Menurutnya, HET minyak goreng rakyat itu harus segera diselesaikan karena pengusaha sudah berkorban banyak.
Baca juga: UANG Puluhan Juta & Perhiasan Emas Nyo Ing Hong Raib, Korban Kena Tipu Modus Hipnotis di Buleleng
Baca juga: SUNGGUH Pilu, Balita 4 Tahun di Padangbulia Tewas Tenggelam di Proyek dalam Bak Penampungan Air!
“Ini sih seharusnya lebih cepat ya karena pengorbanan pelaku usaha dalam konteks HET ini semakin melebar,” ujar Iqbal seperti dilansir Kompas.com.
Meski demikian, ia belum menyebut berapa kenaikan HET MinyaKita. Ia hanya mengatakan HET disesuaikan dengan harga CPO saat ini. Kalangan produsen minyak goreng menginginkan harga HET disesuaikan, mengingat kenaikan bukan hanya terjadi pada CPO. “Banyak lagi harga-harga penunjang lainnya yang memang harus disesuaikan dengan harga saat ini. Makanya memang kita harus menyesuaikan harga itu,” tutur Iqbal.
Saat ini, Kemendag telah menerima beberapa masukan terkait besaran kenaikan harga MinyaKita. Kemendag menjadwalkan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Kayaknya minggu depan saya mau panggil rapat untuk Kemenko Pangan, BPKP, dan segala macam,” kata Iqbal.
Harga CPO yang menjadi bahan baku minyak goreng merangkak naik imbas perang di Barat (Timur Tengah). Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) memproyeksikan, pada kuartal kedua 2026, harga CPO di pasar global naik dari 1.165 dollar AS menjadi 1.440 dollar AS per ton pada April.
Harga sawit terus meningkat pada Mei menjadi 1.701 dollar AS per ton dan 1.783 dollar AS per ton pada Juni 2026. Perang membuat harga minyak bumi melonjak, mendorong banyak negara beralih menggunakan CPO untuk bahan baku biodiesel. “Tekanan harga global berpotensi memberi efek nyata pada pasar domestic,” tulis IPOSS.
Iqbal juga menanggapi keluhan perusahaan negara, PT Perum Bulog yang menyebut stok MinyaKita terbatas karena belum kembali dipasok oleh produsen minyak goreng. Iqbal mengatakan kewajiban produsen dalam menyalurkan MinyaKita ke perusahaan BUMN minimal 35 persen.
“Kewajiban produsen pasok minimal 35 persen ke BUMN Pangan dan/atau Perum Bulog,” kata Iqbal saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4).
Berdasarkan data Kemendag, jumlah keseluruhan penyaluran MinyaKita ke BUMN Pangan sudah lebih dari 48 % . Sementara, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 hanya mengatur batas minimal penyaluran melalui BUMN Pangan.
“Secara kumulatif, Januari-Maret, produsen telah menyalurkan lebih 48 % ke BUMN Pangan dan/atau Perum Bulog. Di atas kewajiban minimal 35 % ,” tambahnya.
Keluhan mengenai keterbatasan stok MinyaKita sebelumnya disampaikan Kadiv Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Bulog Muhammad Wawan Hidayanto dalam Rapat Koordinasi Inflasi yang disiarkan di YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (27/4).
Wawan mengungkapkan kondisi itu timbul karena produsen belum kembali memasok MinyaKita ke Bulog. “Untuk stok MinyaKita komersial di beberapa wilayah memang sangat terbatas, belum ada tambahan pasokan lagi dari produsen,” kata Wawan. (ali/kontan)
Bulog Percepat Distribusi
| Stabilitas Industri Jasa Keuangan di Bali Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Simak Penjelasannya |
|
|---|
| RENCANA Pemprov Bali Beri Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Wuling Dukung dengan Hal Ini |
|
|---|
| DAMPAK Kenaikan Harga Plastik, Biaya Produksi Membengkak, Pedagang di Denpasar Akan Sesuaikan Harga! |
|
|---|
| KEBUTUHAN 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa |
|
|---|
| WADUH, Harga Plastik Lonjak 100 Persen, Minyakita Bisa Naik, Industri Kemasan Dalam Negeri Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pedagang-sembako-memajang-Minyakita-pada-etalase-di-pasar-tradisional-yang-ada-di-Jakarta.jpg)