Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

HARGA Eceran Tertinggi Minyakita Segera Naik! HET Berubah dalam Waktu Dekat, Ini Kata Kemendag

Wacana perubahan HET MinyaKita dari Rp 15.700 per liter bergulir seiring kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). 

Tayang:
Tribun Bali/KONTAN/CHEPPY A. MUCHLIS
MINYAKITA – Pedagang sembako memajang Minyakita pada etalase di pasar  tradisional yang ada di Jakarta. Harga bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga plastik di dalam negeri. 

Perum Bulog mempercepat distribusi Minyakita untuk menjaga stabulitas pasokan dan harga di tingkat pasar.  Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal menegaskan pihaknya secara konsisten memastikan penyaluran Minyakita tetap menjangkau masyarakat melalui berbagai saluran distribusi.

“Distribusi Minyakita tetap kami jalankan secara terukur dan berkelanjutan. Bulog juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pasokan di berbagai wilayah terlebih di wilayah yang memiliki tantangan medan distribusi seperti di Indonesia Timur,” ujar Andi Afdal dalam keterangan resminya, Jumat (1/5). 

Lebih lanjut Andi Afdal mengatakan bahwa penyaluran Minyakita oleh Bulog dilakukan melalui berbagai saluran dan jaringan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap minyak goreng bersubsidi.

Bulog juga terus mendorong penguatan sistem distribusi yang lebih efisien dan tepat sasaran serta menambah kapasitas gudang penyimpanan minyak. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat, menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan dan memastikan distribusi lebih merata. Sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional, Bulog berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga, termasuk komoditas minyak goreng rakyat.

“Bulog akan terus hadir menjalankan mandat pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” jelas Andi Afdal. (kontan)

Dampak Pergerakan Harga Minyak Dunia

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, kenaikan harga plastik dapat mendorong naiknya biaya produksi, khususnya dari sisi kemasan. Namun demikian, ia belum dapat memastikan besaran kenaikan harga Minyakita yang mungkin terjadi karena masih perlu perhitungan lebih lanjut.

“Perlu dihitung dulu, porsi biaya kemasan terhadap total ongkos produksi itu berapa persen. Karena ongkos produksi itu komponennya banyak, salah satunya kemasan,” ujar Khudori, Kamis (23/4).

Khudori menjelaskan, dampak kenaikan harga plastik terhadap harga jual juga sangat bergantung pada kondisi pasar. Jika harga plastik kembali turun, maka tekanan terhadap harga Minyakita juga bisa mereda. Selain itu, faktor lain seperti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah juga akan sangat menentukan.

“Kalau harga minyak naik, ya harga ikut naik. Apalagi kalau pada saat yang sama rupiah melemah, tentu biaya produksi akan semakin mahal,” jelasnya.

Khudori pun mendorong pemerintah untuk menyiapkan skenario harga yang adaptif di tengah volatilitas global, terutama akibat dampak konflik geopolitik yang memengaruhi harga energi dan bahan baku. “Perlu ada skenario, misalnya selama periode tertentu harga tertinggi dan terendahnya berapa, supaya ada acuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menilai harga eceran tertinggi (HET) Minyakita saat ini sebesar Rp15.900 per liter perlu dikaji ulang karena dinilai tidak lagi mencerminkan kondisi biaya produksi terkini. “Sudah berkali-kali saya sampaikan, ongkos produksi Minyakita itu sudah melampaui HET yang ditetapkan. Jadi perlu evaluasi,” tegas Khudori. (kontan)

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved