Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

KEBUTUHAN 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa 

Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar, seperti 3.000 telur per hari menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Tribun Bali/ISTIMEWA
PELUANG - Suasana rapat koordinasi SPPG, BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan pemerintah desa di Kantor Camat Sukasada, Selasa (28/4). Rapat tersebut membuka peluang usaha bagi petani melalui sinkronisasi peran ketiga pihak. 

TRIBUN-BALI.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuka pasar baru bagi usaha desa di Kecamatan Sukasada. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar, seperti 3.000 telur per hari menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Peluang tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Camat Sukasada, Selasa (28/4). Pertemuan itu melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pemerintah desa.

Plt Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, mengatakan program MBG tidak hanya membuka akses pangan bergizi bagi masyarakat, namun juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa melalui peningkatan permintaan bahan pangan lokal.

Baca juga: JEMBATAN Bilukpoh Bakal Dibangun Ulang, Struktur Direncanakan di Sebelah Utara dan Lebih Tinggi

Baca juga: PEMILIK Bangunan Liar Diberi Waktu 30 Hari Bongkar Mandiri, Kappa: Tidak Ada Ganti Rugi!

Ia menyebut kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional program MBG sangat besar. Meliputi beras, telur, tempe, tahu, daging, buah, dan sayur. Namun sebagian besar kebutuhan ini dapat dipenuhi dari potensi lokal desa.

"Hampir seluruh kebutuhan pokok tersebut sebenarnya tersedia di wilayah Sukasada. Misalnya sayur dan buah asal Pancasari. Demikian pula telur hingga produk daging," ucapnya. 

Budiarsana mencontohkan kebutuhan telur ayam yang bisa mencapai 3.000 butir per hari untuk satu SPPG. Sedangkan di wilayah Kecamatan Sukasada, hingga kini terdapat lima SPPG yang beroperasi. Masing-masing di Desa Tegallinggah, Sambangan, Pancasari, Wanagiri, serta Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada.

Karena itu, pihaknya mendorong BUMDes dan KDMP mampu menjaga kualitas produk agar dapat terserap secara berkelanjutan. Rapat ini juga menjadi upaya pihak Kecamatan untuk mengkoneksikan antara SPPG, KDMP dan BUMDes. "Ini peluang besar bagi petani dan pelaku usaha desa untuk terlibat langsung dalam rantai pasok," imbuhnya. (mer)

Layani 14 Sekolah

Sementara itu, Pengelola SPPG Wijaya 1 Desa Sambangan, Wipa Kusuma, mengungkapkan pihaknya saat ini melayani 14 sekolah dengan total 3.056 penerima manfaat, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMK.

"Produksi harian kami mencapai Rp29 juta. Sejauh ini kami juga sudah bekerja sama dengan BUMDes dan koperasi desa untuk pasokan beras, telur, roti, dan sayur dari desa seperti Panji, Sambangan, dan Pancasari," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam pengadaan bahan pangan, pihaknya tetap mengacu pada standar harga yang ditetapkan pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sehingga kerja sama dengan pelaku usaha desa tetap berjalan secara sehat dan kompetitif. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Tags
MBG
telur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved