Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

UMKM Buleleng Didorong Kerjasama dengan SPPG, Jadi Penyuplai Produk Olahan Pangan

UMKM Buleleng Didorong Kerjasama dengan SPPG, Jadi Penyuplai Produk Olahan Pangan

Istimewa
MBG - Pelaksanaan MBG di MTS Terpadu Mardatillah, Singaraja, Senin (22/9/2025). Pelaksanaan MBG di Buleleng baru menyentuh 20 persen.  

 


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Peluang pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kian terbuka luas. Sebab kini, Pemkab Buleleng berupaya agar produk olahan pangan pelaku UMKM bisa diserap untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Buleleng

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, langkah ini merupakan wujud komitmen pihaknya dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Korwil Buleleng dalam hal penguatan UMKM. Menurutnya program MBG ini memiliki tujuan luas, salah satunya untuk kesejahteraan masyarakat. 

Baca juga: Ratusan Personel Terlibat Simulasi ISPS Code di Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng

"Dengan jumlah siswa di Buleleng sebanyak 135 ribu, tentu sangat lumayan untuk para pelaku UMKM kita agar omzetnya semakin meningkat. Jangan sampai kebutuhan MBG ini justru disuplai dari luar Bali," ujar mantan Plt Kadisdikpora Buleleng ini, Jumat (5/12/2025). 

Mengenai kerjasama ini, pihak dinas nyatanya sudah bergerak dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan BGN Korwil Buleleng, bertepatan saat Buleleng UMKM Expo akhir November 2025 lalu.

Baca juga: Opening Ceremony Soekarno Cup di Bali, Bangkitkan Cita-Cita Bung Karno Sepakbola Olahraga Rakyat

Hingga kini sudah ada lima UMKM olahan pangan di Buleleng yang produknya diserap oleh SPPG. Kebanyakan berupa produk-produk siap saji. Mulai dari abon, roti kering, keripik, kacang-kacangan, hingga aneka camilan. 


Tak banyak kriteria yang diperlukan UMKM untuk menjadi suplayer SPPG. Sudiarta mengatakan, untuk memasukkan produk olahan pangan UMKM wajib menjadi mitra dinas. Setelahnya, UMKM bisa langsung koordinasi ke Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG). 


"Nanti ahli gizi akan melakukan pengecekan. Apabila sesuai, selanjutnya akan dilakukan negosiasi harga. Pembayaran pun langsung dilakukan begitu produknya dibawa. Jadi tidak ada istilah nunggu 1-2 hari alias ngebon," imbuhnya. 


Sejatinya di Buleleng ada 200 lebih UMKM olahan pangan mitra Dinas yang potensial untuk menjadi pemasok di SPPG. Namun menurut Sudiarta, dibutuhkan komitmen dan kesiapan dari pelaku UMKM agar bisa mensuplai produk secara berkelanjutan. Mengingat program MBG dilakukan secara rutin. 


Mengenai hal ini, pekan depan Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng akan rapat bersama SPPG dan BGN, termasuk dengan UMKM agar mau lebih banyak menghimpun diri. Tak hanya itu, pihak dinas bahkan sudah menyiapkan katalog produk dari mitra UMKM.


"Kalau UMKM berjalan sendiri-sendiri nanti tidak kuat. Makanya kita dorong mereka membentuk kelompok, satu branding, satu standar. Dengan begitu kapasitas suplai bisa lebih besar," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved