Berita Buleleng
Tertimpa Longsor, Atap SDN 3 Gitgit Rusak, 1 Rumah di Kawasan Turyapada Tower Bali Tertimbun
satu rumah warga di kawasan Turyapada Tower, Desa Adat Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng juga tertimbun longsor
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah fasilitas pendukung di sejumlah satuan pendidikan mengalami kerusakan, akibat dampak cuaca ekstrem dua hari terakhir di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali.
Tercatat ada dua sekolah yang terdampak bencana. Meliputi SDN 3 Gitgit, Kecamatan Sukasada dan SMPN 3 Seririt, Kecamatan Seririt.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, dampak bencana di SDN 3 Gitgit terjadi pada Selasa 13 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 Wita.
Tebing di belakang sekolah longsor dan membawa material pohon, hingga merusak atap bangunan sekolah.
Baca juga: RAWAN Longsor Jalan Bukit Abah Klungkung, Kendaraan Bermuatan Berat Perparah Kondisi Kerusakan!
Penanganan material longsor belum dilakukan, sebab di lokasi sekitar masih turun hujan dan tanah masih labil.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata mengungkapkan, peristiwa longsor tidak berdampak pada ruang belajar siswa.
Namun kondisi tanah di sekitar sekolah dinilai cukup mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, pihaknya mengambil kebijakan belajar secara daring (online), untuk menjamin keselamatan siswa.
“Kami arahkan untuk daring sampai situasi cuaca membaik. Hal ini sudah dikomunikasikan dengan komite sekolah,” ucapnya, Selasa 13 Januari 2026.
Sedangkan penanganan tebing yang longsor, pihak sekolah sudah melakukan komunikasi dengan kepala desa.
Sebab tebing yang longsor tersebut milik warga, bukan milik desa.
Sementara itu, satu rumah warga di kawasan Turyapada Tower, Desa Adat Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng juga tertimbun longsor, Minggu 11 Januari 2026.
Akibat kejadian tersebut, rumah warga rusak parah dan dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana menjelaskan, kawasan Turyapada saat ini masih dalam tahap pembaruan dan pekerjaan lanjutan, termasuk pekerjaan konduksi yang masuk dalam tahap kedua pembangunan.
“Kawasan ini masih pekerjaan lanjutan. Kita tahu wilayah tersebut merupakan daerah kritis. Saat hujan dengan intensitas sangat tinggi, potensi longsor memang besar,” kata Gede Pramana, Selasa 13 Januari 2026.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di badan jalan dengan lebar sekitar tiga meter, sehingga material longsoran menutup akses jalan dan berdampak langsung pada satu unit rumah warga yang berada tepat di bawah jalan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/1-Rumah-di-Kawasan-Turyapada-Tower-Bali-Tertimbun-Longsor-Diskominfo-Posisi-Di-Bawah-Jalan.jpg)