Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ramadan di Bali

TP PKK dan Loka Pom Buleleng Bali Periksa Makanan dan Minuman Takjil, Pastikan Aman Dikonsumsi

berdasarkan pantauan, masih ada pedagang yang menerima uang dan langsung kembali memegang makanan tanpa menggunakan pelindung tangan.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pemantauan - Ketua TP PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra saat melakukan pemantauan pasar kaget di Jalan Jeruk, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng. Selasa (24/2/2026). TP PKK dan Loka Pom Buleleng Bali Periksa Makanan dan Minuman Takjil, Pastikan Aman Dikonsumsi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tim Penggerak PKK Buleleng bersama dengan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Buleleng melakukan peninjauan langsung keamanan takjil, Rabu 24 Februari 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak konsumsi.

Peninjauan dipusatkan pasar kaget yang berlokasi di Jalan Jeruk, Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng.

Total ada 16 jenis takjil yang banyak diminati masyarakat, diambil sampelnya untuk diperiksa.

Baca juga: TP PKK dan TP Posyandu Denpasar Laksanakan Gerakan Kulkul PKK-Posyandu Serentak

Meliputi minuman berwarna, kue basah, gorengan, serta berbagai makanan olahan lainnya.

Dari jumlah tersebut, hasilnya menunjukkan tidak ditemukan kandungan boraks maupun formalin, serta tidak ada penggunaan pewarna tekstil atau pewarna industri berbahaya.

Ketua TP PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra menyampaikan, bahwa hasil ini patut disyukuri karena menunjukkan meningkatnya kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan.

Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu masih ditemukan penggunaan pewarna industri untuk makanan, namun kini kondisi tersebut sudah tidak dijumpai.

"Kesadaran para pedagang sudah sangat tinggi. Terbukti dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kandungan boraks maupun formalin," ujarnya.

Kendati demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dalam proses penjualan.

Sebab berdasarkan pantauan, masih ada pedagang yang menerima uang dan langsung kembali memegang makanan tanpa menggunakan pelindung tangan.

Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kontaminasi.

"Yang perlu menjadi perhatian adalah kebersihannya, terutama saat menerima uang lalu langsung mengambil makanan. Pedagang diimbau menggunakan sarung tangan agar tetap higienis," tegasnya.

Pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Selain pengawasan, edukasi kepada pedagang terus dilakukan agar proses pengolahan makanan semakin bersih dan higienis.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved