Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

15 Korban Gigitan Anjing di Buleleng Dipastikan Dapat VAR Lengkap

Pasca teror gigitan pada Minggu (8/3/2026), seluruh korban telah mendapatkan VAR di Puskesmas Buleleng

Tayang:
Freepik.com
Ilustrasi anjing rabies 

 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng memastikan 15 korban kasus gigitan anjing di Pasar Buleleng mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap. Ini karena anjing yang menggigit suspek rabies.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Buleleng, dr Sucipto. Menurutnya pemberian VAR lengkap perlu, sebab jika melihat dari ciri-cirinya, anjing tersebut diduga kuat rabies. 

"Fenomena gigitan anjing ini tidak bisa kita prediksi. Kalau kita lihat perilakunya, anjing ini sudah termasuk anjing gila. Jadi potensi menularkan rabies ada. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel otak untuk memastikan," ucapnya.

Baca juga: VIRAL! Penebang Pohon Terpental Hingga Tewas Saat Tebang Pohon di Mengwi

Pasca teror gigitan pada Minggu (8/3/2026), seluruh korban telah mendapatkan VAR di Puskesmas Buleleng pada Senin (9/3/2026). Langkah ini sebagai antisipasi awal, sembari menunggu hasil sampel otak.

"Apabila hasil sampel positif rabies, maka akan dilanjutkan dengan pemberian vaksin pada hari ke 7 dan hari ke 14," jelasnya.

Baca juga: Dukungan Program Produktif Ke SAE Rutan Negara Bali, 12.000 Benih Lele Ditebar Dirjen Pemasyarakatan

Informasi yang dihimpun, sampel otak terhadap anjing liar tersebut sudah keluar. Di mana hasilnya dinyatakan positif. 
 
Sebelumnya diberitakan Masyarakat di sekitar Pasar Buleleng dibuat resah, pasca beredarnya kabar anjing diduga rabies berkeliaran pada Minggu (8/3/2026). Kabarnya, anjing tersebut telah menggigit belasan warga sekitar. 


Lurah Kendran Made Sumardika, mengungkapkan informasi ini awalnya dari anggota Pecalang Delod Peken, yang kebetulan menjadi petugas parkir di Puri Kanginan. Ia saat itu melihat anjing yang cukup agresif dan sempat menggigit warga sekitar.


"Karena meresahkan, akhirnya dikejar oleh pecalang. Anjing itu sempat lari ke arah timur, yakni ke arah masjid. Anjing itu sempat mau mengganti anak-anak. Beruntung dihadang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas," jelasnya. 


Sumardika mengatakan, korban yang digigit anjing liar ini merupakan pengunjung pasar Buleleng. Ada dari Liligundi, Banjar Paketan, dan adapula dari Kendran. "Warga yang sempat digigit selanjutnya dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara untuk anjingnya sudah dieliminasi," imbuhnya. 


Menindaklanjuti banyaknya anjing liar di lokasi sekitar, pihak kelurahan berencana melakukan eliminasi. Rencana ini telah dikoordinasikan dengan dokter hewan serta aparat lingkungan setempat. 


"Langkah ini agar masyarakat kami tidak resah dengan banyaknya anjing liar. Karena di Kendran saja, jumlah populasi anjing diperkirakan 20 ekor. Itu yang biasa keliaran di sekitar pasar," sebutnya. 


Berdakan data yang dihimpun dari RSUD Buleleng, tercatat ada 15 pasien yang dilarikan ke RSUD Buleleng karena gigitan anjing, yang berlokasi di sekitaran jalan Gunung Batur dan Pasar Buleleng. Dari 15 pasien, dua diantaranya merupakan anak-anak usia 7 dan 6 tahun. Sedangkan sisanya merupakan orang dewasa. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved