Ulah Pati di Bali
Pelajar SMP di Denpasar Nekat Akhiri Hidup, Tinggalkan Surat: Omang Sayang Bapak
Seorang pelajar sebuah SMP di Kota Denpasar berinisial KST (15) mengakhiri hidupnya
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Berita atau artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasakan tanda-tanda depresi dan memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Anda juga bisa simak hotline https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pelajar sebuah SMP di Kota Denpasar berinisial KST (15) mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan dua pucuk surat untuk orang tua dan teman-temannya.
Peristiwa ini terjadi kawasan Dangin Puri, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, pada Kamis 16 Oktober 2025 siang kemarin.
Korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah pohon dengan tali nilon.
Baca juga: DBD di Denpasar Bali Tercatat 1.252 Kasus, Tren Kasus Masih Cenderung Melandai
"Ditemukan dua lembar surat," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, pada Jumat 17 Oktober 2025.
Surat tersebut ditujukan untuk orangtua dengan tulisan "Omang akan denger kasih sayang bapak, perjuangan bapak tapi omang minta maaf sama bapak omang belum bisa mengasi harapan yang bapak inginkan dan omang maaf juga perbuatan omang. “Omang Sayang Bapak”
Dan surat kedua ditujukan untuk teman-teman korban dengan tulisan "Aku minta maaf sama temen temenku kalo aku ada salah “TMPYK Rujak Sekawan Limo”
Baca juga: Endang Digorok Kamal Saat Nyaman Dipijat di Legian, Tersangka Telah Rencanakan Habisi Korban
Peristiwa tersebut pertamakali diketahui oleh NMS yang baru pulang jualan dan setelah membuka pintu kamar melihat sosok KST sudah tergantung di pohon lalu meminta bantuan tetangga lainnya.
Dari hasil identifikasi Tim Inafis Polresta Denpasar menyatakan bahwa tampak jeratan tali pada leher dan lidah korban dalam posisi tergigit dengan keluar air mani dari kemaluan serta feses dari anus.
Baca juga: Permintaan Ibu Hamil Sebelum Tewas Dibunuh, Korban Kehabisan Napas
Posisi jenazah kepala menghadap ke atas, kaki kanan menekuk dan kaki kiri lurus, menggunakan celana pendek warna abu.
Pihak keluarga menganggap kejadian ini sebagai musibah dan tidak melaporkan ke pihak kepolisian. (*)
Berita lainnya di Ulah Pati di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jasad-KST-15-setelah-diturunkan-dari-pohon-89.jpg)