Berita Denpasar
PENYEBAB Mahasiswa Jatuh dari Lantai 4 Unud Belum Ada Kesimpulan, Bukan Ulah Pati?
PENYEBAB Mahasiswa Jatuh dari Lantai 4 Unud Belum Ada Kesimpulan, Bukan Ulah Pati?
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana atau Unud bernama Timothy Anugerah Saputra (22).
Timothy dilaporkan jatuh dari lantai empat gedung FISIP Unud, Denpasar, Bali, pada Rabu 15 Oktober 2025 pagi, namun latar belakang apa yang menjadi sebab kejadian ini masih menjadi misteri.
Polisi belum menyimpulkan peristiwa ini murni bunuh diri, penyelidikan tengah dilakukan setelah ayah korban mengajukan Pengaduan Masyarakat (Dumas) untuk mencari kebenasan di tengah banyaknya informasi simpang siur yang beredar.
Baca juga: Pria 28 Tahun di Denpasar Lakukan Percobaan Akhiri Hidup, Minum Racun dan Tusuk Perut Sendiri
Kompol Sukadi menjelaskan, pihak kepolisian menerima aduan tersebut sebagai langkah orang tua mencari kepastian mengenai sebab-sebab pasti kematian anaknya.
"Komunikasi awal yang didapatkan pihak kepolisian, ibunya ikhlas tidak melaporkan. Tetapi setelah melihat situasi ada keterangan liar [di luar], bapaknya meminta kepastian," ujar Kompol Sukadi, pada Senin 20 Oktober 2025.
Data awal yang diperoleh kepolisian menunjukkan korban jatuh dari lantai 4. Namun, hingga saat ini, Polresta Denpasar belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.
Baca juga: TRAGIS! 2 Pelajar Tewas di Denpasar, Duka di By Pass Ngurah Rai Hingga Ada Pesan: Omang Minta Maaf
"Masih dilakukan penyelidikan pendalaman terkait ada unsur sengaja atau kecelakaan, belum bisa disimpulkan bunuh diri," tegas Kompol Sukadi.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa beberapa saksi untuk mengumpulkan keterangan.
Mengenai isu bullying yang santer beredar di masyarakat, Kompol Sukadi menyatakan kepolisian belum bisa memberikan kepastian.
"Terkait apakah karena bullying, kami belum bisa pastikan. Semua masih proses penyelidikan. Hasil perkembangan seperti apa akan bisa disampaikan," jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan imbauan keras terkait cyberbullying yang terjadi setelah korban meninggal.
"Kami Polresta Denpasar menyayangkan bullying sudah tidak bernapas. Kami mengimbau kepada masyarakat, lebih bijak menggunakan media sosial, karena dapat merugikan diri sendiri," tuturnya.
Meskipun orang tua korban saat ini menyerahkan penanganan pelaku bullying kepada pihak kampus dan belum mempidanakan pelaku, Kompol Sukadi menyatakan bahwa situasi tersebut dapat berubah.
"Sesuai keterangan, orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kampus tidak mempidanakan pelaku bullying untuk saat ini. Kita tidak tahu seiring waktu (apakah akan berubah,-Red)," tutupnya.
Polresta Denpasar berharap peristiwa ini bisa segera terungkap secara terang benderang demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.
"Diharapkan peristiwa bisa menjadi terang," pungkasnya. (*)
| DEWAN Minta Sanksi Tegas untuk Provider Nakal, Tarif SJUT Sanur Gunakan Sistem Gotong Royong |
|
|---|
| Tak Punya Siswa Kelas VI, 3 SD di Denpasar Tak Selenggarakan TKA |
|
|---|
| Tak Terima Tarif Massage, Pria yang Viral Pukul Karyawati Spa di Denpasar Timur Diringkus |
|
|---|
| Hingga Triwulan I 2026, Capaian Pajak Daerah Kota Denpasar Bali Rp433 Miliar |
|
|---|
| DERMAGA Mertasari Tunggu Izin Pusat, Operasional Target Juni 2026, Mengurangi Kepadatan Lalin Darat! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah_20180416_141341.jpg)