Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Denpasar Tak Gelar Pesta Kembang Api dan Musik
Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Denpasar Tak Gelar Pesta Kembang Api dan Musik
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Malam tahun baru 2025 lalu, Pemkot Denpasar menggelar acara pesta kembang api dan pertunjukan musik di Pantai Mertasari.
Pada perayaan malam tahun baru 2026, Denpasar tak lagi menggelar hal itu.
Pemkot hanya menggelar pentas seni melepas matahari pada 31 Desember 2025.
Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 16.00 Wita hingga 23.00 Wita yang dipusatkan di kawasan Catur Muka dan sisi selatan Lapangan Puputan Badung.
Baca juga: Sempat Jadi Polemik di Bali, Halangi Akses Warga Masuk Ke Pura, PT Jimbaran Hijau: Tak Ada
Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar, I Wayan Arta menjelaskan, kegiatan ini dikemas secara sederhana tanpa hiburan musik modern maupun pesta kembang api.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi sekaligus empati terhadap kondisi kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah serta musim penghujan yang masih berlangsung.
"Tidak seperti tahun lalu, kali ini tidak ada musik dan kembang api. Esensinya tetap pada pembinaan dan pelestarian seni budaya," kata Arta.
Baca juga: BPBD Denpasar Pasang EWS Banjir di 8 Titik, dari Pasar Badung hingga DAM Air
Pembukaan inaugurasi akan digelar di kawasan Catur Muka dikoordinir Sakti Manca dari Yayasan Naluri Manca, menampilkan puncak acara Melepas Matahari dengan ragam kesenian etnis yang berkembang di Kota Denpasar.
Pembukaan dijadwalkan pukul 16.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, dilanjutkan pementasan seni 65 sanggar binaan Pemkot Denpasar.
Masing-masing sanggar menurunkan minimal 25 orang yang digelar hingga pukul 20.00 Wita.
Selanjutnya, pada pukul 20.00 hingga 23.00 Wita, panggung di sisi selatan Lapangan Puputan Badung akan diisi pementasan kesenian perempuan dan anak-anak, termasuk dolanan tradisional.
Salah satunya yakni penampilan Gong Kebyar calon duta Pesta Kesenian Bali (PKB).
Kegiatan ini mengusung tema 'Bhineka Nusantara' dengan menghadirkan seluruh tokoh agama sebagai simbol heterogenitas dan toleransi di Kota Denpasar.
Sejumlah kesenian etnis turut dilibatkan, di antaranya Saman (Aceh), Jaranan Jawa, kesenian Borneo, Tionghoa, serta kesenian Bali seperti Jejangeran, yang dipadukan dalam konsep Vasudaiva Kutumbakam.
Total anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan ini mencapai sekitar Rp250 juta. (*)
| Sempat Terjadi Ketegangan dan Sampah Membeludak, TPS3R Sesetan Pertimbangkan Syarat KTP |
|
|---|
| Gagal Cuan! Karyawan Toko Diciduk Polisi Saat Hendak Transaksi Motor Curian di Sanur Bali |
|
|---|
| Harga Emas Batangan Hari Ini 11 April 2026 di Galeri24 Renon Bali, Emas 1 Gram Rp2.876.000 |
|
|---|
| Rai Mantra Sebut SDM Pariwisata Bali Harus Ditingkatkan, Wajib Pahami Nilai Budaya Lokal |
|
|---|
| Sempat Terjadi Ketegangan dan Sampah Membeludak, TPS3R Sesetan Bali Pertimbangkan Syarat KTP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-kembang-api_pesta-kembang-api_tahun-baru_dwis_10022024.jpg)