Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

BPBD Denpasar Pasang EWS Banjir di 8 Titik, dari Pasar Badung hingga DAM Air

BPBD Denpasar Pasang EWS Banjir di 8 Titik, dari Pasar Badung hingga DAM Air

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Putu Supartika/Putu Supartika
EWS Banjir yang dipasang di jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Untuk sistem peringatan dini banjir, BPBD Kota Denpasar telah memasang early warning system (EWS) di delapan titik.

Pemasangan EWS ini menyasar bendungan atau DAM air dan di kawasan Pasar Badung.

Data dari BPBD, pemasangan EWS ini meliputi DAM Mertagangga di Ubung, DAM  Sempol di Jalan Tukad Badung.

Baca juga: Jeritan Korban Kecelakaan di PKB Klungkung, Tak Bisa Lagi Berjualan, Tak Mampu Melunasi Biaya RS

Kemudian di DAM Dadas Jalan Mahendradata Selatan, DAM Umadui Jalan Gunung Soputan, DAM  Lange di Jalan Tukad Lange Monang Maning.

Lalu di Tukad Rangda, Jalan Pemelisan Bypass Ngurah Rai, DAM Buagan di Banjar Buagan serta di Jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.

Baca juga: Rayakan Pengakuan Gamelan Oleh UNESCO, ISI Bali Gelar Konser Meraya Matra Manawa

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana mengatakan, AWS ini berfungsi memantau debit air di masing-masing DAM.


"Kami lakukan pemantauan debit airnya saat hujan dari Pusdalops," katanya, Rabu, 17 Desember 2025.


Khusus untuk di kawasan Pasar Badung saat ini sedang pemasangan peringatan lengkap dengan pengeras suara.


"Jadi kalau air naik, akan ada imbauan dari pengeras suara untuk siaga," paparnya.


Selanjutnya, jika air telah meluap dan meluber akan ada alarm peringatan.


"Itu masih progres karena kendalanya ada di listrik," paparnya. 


Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan pihaknya selalu siaga terkait kedatangan musim penghujan ini.


"Kami secara rutin setiap hari menyiagakn TRC, tim ambulan, dan pusdalops," katanya.


Pihaknya juga menyiapkan peralatan chainsaw, mesin sedot air untuk antisipasi bencana hydrometeorologi.


Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan tim Damkar, DLHK, PUPR, desa/kelurahan, Polresta, dan Kodim.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved