Berita Denpasar
Antisipasi Bentrokan dan Konsumsi Miras, Polisi Sambangi ABK di Pelabuhan Benoa Bali
Polresta Denpasar Tekan Angka Konsumsi Miras, ABK Pelabuhan Benoa Bali Kerap Picu Potensi Konflik
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kawasan Pelabuhan Benoa selama ini tidak hanya dikenal sebagai pusat industri perikanan di Bali, tetapi juga sebagai area yang rawan gesekan sosial antar Anak Buah Kapal (ABK).
Menyikapi potensi kerawanan tersebut, Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa menggelar operasi Cooling System dengan menyambangi langsung para ABK yang sedang berkumpul di kawasan Pelabuhan Benoa, saat malam hari.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H menjelaskan langkah persuasif ini diambil guna menekan angka kriminalitas yang kerap dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras) di kalangan pekerja kapal.
Catatan kriminalitas di wilayah hukum Pelabuhan Benoa menunjukkan bahwa alkohol sering kali menjadi pemantik utama konflik berdarah meski ada faktor lain yang memicu.
Baca juga: ABK Tewas Mengenaskan di Denpasar Barat Bali, Polisi Cium Bau Alkohol dari Tubuh Korban
Sebagai contoh kasus menonjol, bentrokan berdarah antar ABK sempat pecah di kawasan Pelabuhan Benoa yang mengakibatkan korban dianiaya hingga tewas dibakar.
Mayoritas dari rentetan peristiwa kelam tersebut polanya selalu sama bermula dari pesta miras yang berujung pada salah paham dan ketersinggungan.
Menyadari tingginya risiko tersebut, personel gabungan digencarkan untuk mengitari area pelabuhan dan menghampiri para ABK yang sedang beraktivitas maupun beristirahat.
Lalu membaur dalam suasana dialogis yang humanis untuk meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam dialog tatap muka tersebut, personel kepolisian mengingatkan para ABK untuk menjauhi miras.
Petugas menekankan bahwa peran aktif para pekerja di sektor pelayaran sangat krusial dalam menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman dan nyaman.
Kehadiran polisi di tengah malam ini menjadi upaya nyata untuk memutus rantai gesekan fisik yang kerap terjadi saat para pekerja kapal sedang melepaskan penat di darat.
Ia menegaskan bahwa pendekatan Cooling System ini akan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan guna membangun komunikasi yang harmonis serta memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat maritim.
"Melalui kegiatan sambang ini, kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para ABK di Pelabuhan Benoa, untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menjauhi minuman keras," tegas Iptu Gede Adi pada Kamis 4 Juni 2026.
"Serta selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Sinergi yang baik akan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," imbuhnya.
Melalui komunikasi intensif yang dibangun langsung di garis depan ini, pihak kepolisian berharap situasi keamanan di kawasan Pelabuhan Benoa dapat terus terjaga secara permanen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Antisipasi-Bentrokan-dan-Konsumsi-Miras-Polisi-Sambangi-ABK-di-Pelabuhan-Benoa-Bali.jpg)