Berita Denpasar

Rampung Dibangun Dan Dipelaspas, SMPN 17 Denpasar Bali Langsung Digunakan Per 4 Januari 2026

Jaya Negara: desain bangunan SMPN 17 Denpasar dikonsep dengan pendekatan arsitektur yang lebih dinamis dan ramah pelajar.

Istimewa
Peresmian dan melaspas SMPN 17 Denpasar setelah rampung dibangun. Rampung Dibangun Dan Dipelaspas, SMPN 17 Denpasar Bali Langsung Digunakan Per 4 Januari 2026 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan SMPN 17 Denpasar telah rampung dan dipelaspas pada 19 Desember 2025.

Setelah diresmikan, sekolah tersebut pun akan langsung digunakan pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini.

Kabid Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana mengatakan proses belajar mengajar akan dilakukan setelah libur semester ini.

"Karena saat ini sedang libur semester, tanggal 4 Januari 2026 baru dipergunakan secara penuh oleh sekolah untuk proses belajar mengajar," katanya, Rabu 24 Desember 2025.

Baca juga: Isi Liburan Sekolah, Bus Sekolah Denpasar Bali Antar 3 Sekolah per Hari untuk Outing Class

Dalam operasionalnya perdana, ada sebanyak 7 kelas atau rombongan belajar dengan siswa 280 orang yang akan mempergunakan sekolah ini.

Sebelum digunakan, sebelumnya bertepatan Tilem Kanem, 19 Desember lalu telah digelar upacara melaspas, mendem pedagingan, dan pecaruan rsi gana.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, lahan pembangunan sekolah ini menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam pembangunannya melibatkan tim perencana dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). 

Menurut Jaya Negara, desain bangunan SMPN 17 Denpasar dikonsep dengan pendekatan arsitektur yang lebih dinamis dan ramah pelajar.

“Desainnya tidak kaku seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Tata ruangnya dibuat lebih terbuka dan menarik, supaya anak-anak merasa nyaman saat belajar. Jadi suasananya hidup, tidak monoton,” jelasnya.

Selain mebel dan sarana belajar yang lengkap, setiap ruang kelas juga dilengkapi dengan pendingin udara (AC). 

Di sekolah ini dibangun 30 rombel lalu dilengkapi dengan ruang lab, perpustakaan, ruang guru, ruang TU serta aula.

Selain itu, ada juga pembangunan basement untuk tempat parkir.

Nilai kontrak untuk pembangunan ini mencapai Rp 40.491.540.000.

Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 30 are dengan bentuk bangunan seperti membentuk huruf E. 

Pembangunan didominasi lantai 3, dan ada di sisi selatan lantai 4 dan di lantai 4 difungsikan sebagai aula. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved