Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Natal di Bali

PECALANG dan Banser Ikut Jaga Ibadah Natal, Perayaan Natal di GPIB Maranatha Berjalan Khusyuk

Kadek Riana, Bendahara Pecalang Abasan Desa Adat Denpasar memaparkan, sebanyak 12 orang pecalang diterjunkan dalam kegiatan ini.

Tribun Bali/Putu Supartika
PERSONEL BANSER - Penjagaan perayaan Natal di GPIB Maranatha Denpasar oleh Pecalang dan Banser, Kamis (25/12). 

TRIBUN-BALI.COM - Perayaan ibadah Natal di GPIB Maranatha, Jalan Surapati Denpasar, Kamis, (25/12) berjalan khusyuk dan penuh toleransi.

Di mana selain penjagaan dari TNI Polri, Satpol PP dan Hansip, juga dilakukan penjagaan oleh Pecalang dan Banser.

Hal itu terlihat pada Kamis pagi saat Banser maupun Pecalang ikut membantu kelancaran lalulintas, mengatur sepeda motor, hingga menyeberangkan jemaat.

Kadek Riana, Bendahara Pecalang Abasan Desa Adat Denpasar memaparkan, sebanyak 12 orang pecalang diterjunkan dalam kegiatan ini.

Penjagaan dilakukan sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita untuk pelaksanaan pagi. Dan sorenya pihaknya akan berjaga kembali pada pukul 18.00 Wita hingga 20.00 Wita.

Baca juga: SIDAK & Tes Urine Duktang di Mengwitani, BNNK Badung Temukan 3 Orang Positif Sabu!

Baca juga: ABRASI di Pantai Pemelisan Muntig Mengkhawatirkan, Terancam Hilang dalam Kurun 1-2 Tahun ke Depan

"Kami telah memulai penjagaan ini sejak 10 tahun lalu dan terus kami lakukan sampai sekarang," paparnya.

Tak hanya saat Natal, Pecalang Banjar Abasan juga melakukan penjagaan saat ibadah Minggu. "Minggu pagi kami berjaga dari jam 9 sampai jam 10, sorenya jam 6 sampai jam 8. Juga 12 orang pecalang," imbuhnya.

Ia pun berharap agar persaudaraan di Banjar Abasan dengan pihak gereja terus terjalin erat. Sementara itu, Udiarnomo dari Satuan Banser Denpasar Utara memaparkan di gereja ini dilibatkan sebanyak enam personel.

"Kami kerjasama dengan pihak kepolisian dan pecalang. Selain di sini, ada juga di Katedral ikut berjaga," ungkapnya.

Keterlibatan Banser untuk penjagaan saat Natal di Denpasar menurutnya telah dimulai sejak tahun 2016. Dengan kegiatan ini, baginya merupakan wujud toleransi antar umat beragama.

Salah seorang umat Nasrani, Merry Christina menyebut, adanya keterlibatan pecalang dan Banser dalam penjagaan ini merupakan wujud toleransi.

"Di negara yang majemuk ini, toleransi seperti ini memang harus terus digemakan dan dipupuk," paparnya.

Ia pun berharap, dengan toleransi ini, kedamaian akan tercipta. "Saya harap ini akan terus berlangsung sampai nanti, dan kita bisa saling menjaga toleransi," imbuhnya. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Tags
Natal
Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved