Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Denpasar Telah Pasang 14 EWS untuk Deteksi Banjir, 7 Alat Telah Dilengkapi Sirene

Denpasar Telah Pasang 14 EWS untuk Deteksi Banjir, 7 Alat Telah Dilengkapi Sirene

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tidak Ada/istimewa
Denpasar Telah Pasang 14 EWS untuk Deteksi Banjir, 7 Alat Telah Dilengkapi Sirene 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga kini, Denpasar telah memasang sebanyak 14 early warning system (EWS) untuk mendeteksi banjir di sungai.

Dari 14 EWS tersebut, 7 alat sudah dilengkapi dengan sirene. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa mengatakan, dari Pemkot Denpasar telah memasang EWS di 8 titik.

Sementara sisanya merupakan bantuan dari PLN yang bekerjasama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) sebanyak 6 alat.

Baca juga: Gitaris Hingga Musisi Gelar Konser Untuk Galang Donasi Pemulihan Sumatera, Dewa: Semoga Membantu

Untuk 8 EWS dari Pemkot Denpasar yang sudah terpasang berada di DAM Mertagangga di Ubung, DAM Sempol di Jalan Tukad Badung. 

Kemudian di DAM Dadas Jalan Mahendradata Selatan, DAM Umadui Jalan Gunung Soputan, DAM Lange di Jalan Tukad Lange Monang Maning.

Baca juga: Hari Ini Kaesang Lantik Pengurus Baru PSI Bali, Ada Mantan Ketua Golkar dan Eks Wabup dari PDIP

Selanjutnya, di Tukad Rangda, Jalan Pemelisan Bypass Ngurah Rai, DAM Buagan di Banjar Buagan serta di Jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. 


Sementara itu tambahan 6 EWS yang baru dipasang ada di Pasar Kumbasari, Jembatan Pasar Bunga Wangaya, DAM Kontrol Air BWS OP3 (belakang RSUD Wangaya), Jembatan Wangaya Kampung Jawa, Jembatan Jalan Hassanudin dan Jembatan Pekambingan. 


"Keenam EWS yang baru ini sudah dilengkapi sirine. Dan satu lagi yang dari Pemkot yang dipasang di Pasar Badung juga sudah dilengkapi sirine," kata Joni Ariwibawa.


Pihaknya menambahkan, berkaca dari bencana banjir 10 September lalu yang menyebabkan belasan korban jiwa, penanggulangan banjir menjadi hal darurat. 


"Ini tidak menjadikan bencana tidak ada. Namun bisa memberitahukan masyarakat di sekitar wilayah jalur bencana banjir agar waspada dan tidak sampai ada korban jiwa," katanya. 


Terkait musim hujan dan cuaca ekstrem saat ini, Ida Bagus Joni mengaku, pihaknya selalu siaga. 


Pihaknya menyiagakan TRC, tim ambulan dan Pusdalops. Selain itu juga disiapkan peralatan chainsaw, mesin sedot air untuk antisipasi bencana hydrometeorologi. 


Selain itu, juga berkolaborasi dengan OPD lain seperti Damkar, DLHK, PUPR hingga desa/lurah. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved