Berita Denpasar
Urai Kemacetan di Sanur Bali, Dishub Denpasar Akan Aktifkan Kembali Dermaga Mertasari
Kawasan Mertasari dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif utama keberangkatan
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan wisata Sanur, Bali.
Salah satunya dengan mengoperasikan kembali Dermaga Mertasari sebagai simpul transportasi laut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menjelaskan bahwa pengoperasian kembali Dermaga Mertasari mendesak dilakukan untuk memecah konsentrasi penumpang yang selama ini terpusat di Pelabuhan Matahari Terbit.
Sriawan menegaskan bahwa pengoperasian kembali dermaga ini adalah bagian dari manajemen transportasi kota yang terintegrasi dengan pergerakan wisatawan.
Baca juga: Atasi Kemacetan Kerobokan Kelod Bali, Bupati Badung Tegaskan Perubahan Arus Masih Percobaan
"Kami menjaga kualitas layanan transportasi Kota Denpasar, termasuk dari sisi lalu lintas. Dengan mengoperasikan Mertasari, pergerakan penumpang tidak terpusat di Matahari Terbit Sanur saja, sehingga arus lalu lintas yang padat bisa dipecah," ungkap Sriawan, Minggu 25 Januari 2025.
Kawasan Mertasari dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif utama keberangkatan dan kedatangan penumpang, sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di wilayah sekitarnya.
Untuk merealisasikan rencana ini, Dishub Denpasar telah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), serta Badan Usaha Milik Desa Adat (BUPDA) Desa Adat Intaran.
"Kami sudah koordinasi agar Perumda BPS bergerak bersama Desa Adat. Saat ini sudah masuk tahap rencana penataan, termasuk persiapan ruang tunggu penumpang dan fasilitas keselamatan," jelasnya.
Terkait legalitas, Sriawan menyebut proses perizinan sedang berjalan.
Namun, ia menekankan bahwa secara tata ruang, kawasan Mertasari memang diperuntukkan sebagai dermaga dan memiliki rekam jejak operasional sebelumnya.
Saat ini, fokus utama adalah penataan ruang pelayanan penumpang yang dilakukan oleh Perumda BPS bersama BUPDA Desa Adat Intaran.
"Setelah penataan selesai, kami berharap operator-operator angkutan laut bersama KSOP dapat mulai sandar dan berlabuh dari Dermaga Mertasari," tambahnya.
Selain mengurai kemacetan, pemgoperasian kembali ini diharapkan membawa dampak positif bagi ekonomi lokal.
Kawasan Sanur-Serangan sebagai destinasi wisata strategis membutuhkan dukungan transportasi laut yang tertata.
Hal ini diproyeksikan akan menumbuhkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Desa Adat Intaran.
Sriawan menargetkan operasional dermaga ini dapat segera terwujud dalam tahun 2026 ini.
"Astungkara, tahun ini bisa segera berjalan," pungkasnya. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Urai-Kemacetan-di-Sanur-Bali-Dishub-Denpasar-Akan-Aktifkan-Kembali-Dermaga-Mertasari.jpg)