TPA Suwung Tutup
Penutupan TPA Suwung Bali Diundur, Wali Kota Denpasar Tekankan Hal Ini
Menurut Tagel Sidartha, dalam masa transisi ini kementerian akan memantau langsung progres penanganan sampah dari sumber.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - TPA Suwung tak jadi ditutup dan masih bisa digunakan hingga Juli 2026.
Terkait hal itu, kelonggaran ini akan dimanfaatkan Pemkot Denpasar untuk melakukan akselerasi penanganan sampah dari sumber.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar (DLHK), I Wayan Tagel Sidartha, mengatakan ke depan sampah organik harus selesai di rumah tangga.
Dengan pemilahan yang baik sejak awal, penanganan sampah akan jauh lebih mudah dan volume sampah yang dibuang ke TPA bisa ditekan.
Baca juga: TPA Suwung Ditutup, Antrean Truk Pengangkut Sampah Mengular, Koster Sebut Semua TPA di Bali Overload
“Bulan ini benar-benar kita kebut. Semua desa dan lurah sudah dikumpulkan bapak Wali Kota kumpulkan untuk mempersiapkan pembagian komposter ke masing-masing keluarga. Sekalian juga akan dilakukan sosialisasi cara penggunaannya ke seluruh kepala keluarga,” katanya.
Pihaknya juga tetap menunggu arahan dari menteri sambil melihat perkembangan di lapangan.
Menurut Tagel Sidartha, dalam masa transisi ini kementerian akan memantau langsung progres penanganan sampah dari sumber.
Bahkan, menteri dijadwalkan berkunjung ke Denpasar pada Rabu 4 Maret 2026 untuk melihat langsung implementasi di lapangan.
"Agendanya mulai dari bersih-bersih pagi, lalu meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan beberapa desa yang sudah menerima komposter bag. Mau dilihat sejauh mana efektivitasnya," katanya.
Komposter bag yang sudah dibagikan akan dievaluasi penggunaannya.
Jika hasilnya dinilai baik, program tersebut akan diperluas.
Karena itu, Wali Kota Denpasar juga telah menekankan kepada desa dan kelurahan agar lebih serius menggerakkan penanganan sampah dari sumber.
Selama masa penghentian pembuangan ke TPA, TPS menjadi tumpuan yang membuat sampah meluber.
Namun dengan pelonggaran ini, sampah yang terkumpul dan terpilah sudah sebagian dialihkan ke Pusat Daur Ulang (PDU) dan TPS3R.
Namun, beberapa TPS terjadi kelebihan atau meluber, sampah tersebut sementara masih masuk ke TPA Suwung.
"Saat ini sekitar 30 persen sampah sudah berhasil ditangani dari sumber. Angka ini harus terus dinaikkan supaya sampah yang masuk ke TPA makin sedikit. Harapannya ke depan sampah tidak lagi dibuang ke TPA, atau minimal hanya residu yang benar-benar tidak bisa diolah," katanya. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Swakelola-Sampah-Bali-Batal-Demo-Nego-TPA-Suwung-Tetap-Dibuka-Hingga-Juni-2026.jpg)