Seputar Bali
Dampak-dampak Bencana Angin Kencang di Bali, 8 Pohon Tumbang, 3 Bangunan Roboh, Perahu Terguling
Bencana angin kencang yang sempat menerjang Bali pada 5 Maret 2026 membawa petaka di beberapa daerah.
3. Perahu Terbalik
Sejumlah perahu milik nelayan Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana diterjang cuaca ekstrem angin kencang.
Perahu tersebut terbalik dan sejumlah mesin serta barang lainnya rusak dan hilang.
Beruntung tak ada korban jiwa, nelayan yang perahunya sempat terbalik berhasil diselamatkan.
Menurut informasi yang diperoleh, para nelayan yang melaut tersebut sejatinya sudah diserang cuaca buruk dari Perairan Rambut Siwi.
Mereka kemudian berhasil mencapai Pantai Air Kuning, namun kembali terjadi angin kencang yang sebabkan beberapa perahu nelayan terbalik sekitar pukul 23.00 WITA.
Baca juga: Api Berkobar Hebat di Merajan, Warga Panik, Bangunan Piasan di Desa Banjarangkan Hangus Terbakar
Beruntungnya, para nelayan yang mengalami kejadian tersebut dapat segera ditolong oleh nelayan lainnya yang berada di sekitar lokasi dan dievaluasi diselamatkan serta dievakuasi ke daratan.
Sesuai pendataan petugas, sedikitnya ada lima orang nelayan yang terdampak.
Empat orang di antaranya dari Desa Air Kuning Kecamatan Negara dan satu orang di antaranya warga Kombading, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Sementara itu, sedikitnya ada dua mesin genset yang hilang dan sembilan unit lampu 300 WATT hilang. Kemudian ada dua mesin yang rusak serta dua katir perahu yang rusak.
"Tim kami sudah atensi ke lapangan tadi. Mereka terdampak dari angin kencang yang terjadi tengah malam kemarin," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi,Kamis 5 Maret 2026.
Dengan kejadian ini, sejumlah nelayan mengalami kerugian material mulai dari kerusakan dan kehilangan mesin, kemudian kehilangan alat penerangan serta peralatan perahu yang rusak.
"Tidak ada korban jiwa namun ini menjadi pengalaman berharga. Kami imbau khususnya kepada nelayan agar tidak memaksakan diri untuk melaut ketika cuaca buruk sedang terjadi untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi," imbaunya. (*)