Berita Denpasar
CALON WBTB, Omed-omedan hingga Gending Ratu Anom Diajukan
Kedua, objek tersebut berusia lebih dari 50 tahun dan secara terus menerus sudah melakukan pelestarian kebudayaan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar kembali mengajukan objek budaya untuk bisa ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2026 ini.
Ada empat objek budaya yang diajukan tahun ke pusat tahun ini yaitu Gandrung Denpasar, Omed-omedan, Sukat Tapel Bebadungan dan Gending Ratu Anom.
“Untuk tahun 2026, kami mengajukan empat objek WBTB. Sekarang sudah dalam proses pengajuan ke tingkat nasional,” kata Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbud Denpasar, Ni Wayan Sriwitari saat dihubungi, Rabu (11/3).
Ia menyebut ada tiga kriteria ketiga objek budaya tersebut, diajukan untuk ditetapkan WBTB. Hal ini mengacu pada syarat-syarat WBTB nasional, yakni harus mempunya nilai histori dan melekat dengan kebudayaan.
Baca juga: GUBERNUR Bali Imbau Agar Idul Fitri dan Nyepi Berjalan Khidmat,
Baca juga: BKSDA Bali Tutup Kunjungan Empat Taman Wisata Alam Saat Hari Raya Nyepi
Kedua, objek tersebut berusia lebih dari 50 tahun dan secara terus menerus sudah melakukan pelestarian kebudayaan. Serta ketiga, objek itu memberikan kontribusi besar terhadap pelestarian kebudayaan.
Tari Gandrung Denpasar merupakan tarian yang ditarikan saat ada pujawali di beberapa wilayah di Denpasar seperti Suwung Batan Kendal, Banjar Ketapian Kelod, hingga Tembau Kelod.
Sedangkan Omed-omedan merupakan tradisi yang rutin digelar setiap tahun di Banjar Kaja Sesetan saat Ngembak Geni. Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-17 dan tetap dilaksanakan hingga kini bahkan kini dibalut dengan festival.
Omed-omedan berasal dari kata Omed yang merupakan bahasa Bali yang berarti tarik, sehingga omed-omedan ini bermakna saling tarik menarik.
Tradisi ini untuk merayakan hari raya Nyepi yang memiliki makna sebagai ajang untuk bersilaturahmi. Lalu Sukat Tapel Bebadungan merupakan ukuran atau sikut untuk tapel atau topeng khas Bebadungan.
“Sikut atau ukuran tapel bebadungan dan nilai-nilai yang khas dan berbeda dengan daerah lain. Atau ukuran dan bentuk tapel yang memiliki ciri khas,” ungkapnya.
Sementara gending Ratu Anom merupakan lagu yang diciptakan I Gusti Ngurah Made Agung, Raja Badung VI. Lagu dengan lirik bahasa Bali ini masuk dalam kelompok sekar rare yang sarat dengan makna dan filosofi. (sup)
| KRONOLOGI LENGKAP Aksi Kejar-kejaran di Jalan Hang Tuah Denpasar Hingga Berujung Tabrakan |
|
|---|
| Februari hingga April 2026, DLHK Denpasar Distribusikan 7.737 Buah Komposter Bag |
|
|---|
| Kaplut Sport & Music, Lansia ‘Penguasa’ Lapangan Puputan Badung Bali yang Menolak Tua |
|
|---|
| KRONOLOGI LENGKAP Sejoli Meninggal Usai Kecelakaan Tragis di Jalan Mahendradatta Denpasar |
|
|---|
| Uji Coba Digitalisasi Bansos di Denpasar Bali Tunggu Pelatihan, Penerima Wajib IKD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sejumlah-teruna-teruni-mengikuti-Omed-omedan-yang-merupakan-tradisi.jpg)