Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Pemkot Denpasar Bali Targetkan Bagikan 176 Ribu Bag Komposter Pada Pertengahan April 2026

Untuk pengelolaan cacahan sampah organik jadi pupuk di Klungkung, Pemkot Denpasar dukung dengan anggaran pengadaan truk pengangkut.

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Wali Kota Denpasar, Jaya Negara. Pemkot Denpasar Bali Targetkan Bagikan 176 Ribu Bag Komposter Pada Pertengahan April 2026 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Tak hanya TPS3R dan teba modern yang diperbanyak jumlahnya, Pemerintah Kota Denpasar kini juga tengah fokus pada pengadaan bag komposter. 

Pemkot Denpasar targetkan bag komposter tersedia sebanyak 176 ribu, namun kini baru mendapatkan 40 ribu bag komposter.

Wali Kota Denpasar, Jaya Negara saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, mengatakan nantinya bag komposter ini akan dibagi oleh Kepala Desa melalui Kadus atau Kaling. 

Pembagiannya saat pertemuan rapat-rapat Ibu PKK dan sekalian dilakukan sosialisasi.

Baca juga: Penanganan Sampah, Anggaran Penataan Kawasan Pusat Kota Denpasar Bali 2026 Dipangkas, Tersisa Rp83 M

"Yang memang tadi sudah disampaikan, pengadaan bag komposter itu kan jumlah KK Denpasar kan ada 184 ribu. Kenapa 176 ribu? Karena ada sisanya itu dikasih tong komposter dan ada juga teba modern. Nah, ini kan baru 40 ribu kita masih kesulitan pengadaan dan sudah dijanjikan pertengahan April ini terpenuhi," ungkapnya pada Selasa 7 April 2026.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, setiap tong komposter atau bag komposter diberikan, setiap pengurus desa akan mendatangi rumah tangga atau banjar dengan mengundang Ibu PKK-nya sambil arisan diberikan sosialisasi dan dibagikan bag komposternya.

"Makanya bag komposternya itu kan langsung, langsung jadi pupuk dia, cairan pupuk. Nah, bagi masyarakat yang belum, kita ada kan keliling mobil khusus organik, ada yang non-organik. Yang organiknya kita tampung, ada drop-off-nya ada di Kertalangu, Padangsambian, artinya kita tetap ambil bagi masyarakat yang belum sempat mengolah organiknya, kita ambil. Terus kita kumpulkan, itulah kita cacah. Dicacah akan dijadikan bahan untuk komposter," sambungnya.

Usai penyacahan dilakukan fermentasi, lalu akan dibuatkan pupuk yang dimanfaatkan di Pusat Kebudayaan Klungkung. 

Terdapat juga rencana pembangunan TPS3R di Sidakarya, dan tambahan satu mesin pengolahan sampah di Sanur Kauh. 

Total TPST di Kota Denpasar sebanyak 25, dan yang paling besar di Sanur Kauh dan Sidakarya.

"Sidakarya itu 25 ton sama di Sanur 25 ton. Di samping kami menunggu 300 ton mesin yang lagi dipasang. Artinya kan kami sedang memasang mesin yang besar juga untuk sampah-sampah yang tidak sempat diolah karena kondisi ada saja warga kami ada yang kos-kosan, yang ngontrak kan tidak punya tempat, kadang-kadang kami juga tidak bagikan bag komposternya. Nah, inilah terjadi sampah-sampah yang kami harus kerjakan juga," jelasnya.

Untuk pengelolaan cacahan sampah organik jadi pupuk di Klungkung, Pemkot Denpasar dukung dengan anggaran pengadaan truk pengangkut.

"Maka anggaran kami di truk, truk kami menganggarkan truknya membawa ke sana. Kita menyiapkan juga alat berat di sana. Gitu intinya," tutupnya.

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved