Sampah di Bali
SMP Wisata Sanur Denpasar Bali Dijadikan Tempat Buang Sampah, Diduga Dilakukan Malam Hari
Kebun belakang sekolah yang berada di pinggir jalan Bypass Ngurah Rai telah dijadikan tempat pembuangan sampah.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Denpasar kini benar-benar darurat sampah pasca penutupan TPA Suwung Bali untuk sampah organik dan membuat masyarakat kalap.
Tak hanya menempatkan sampahnya di pinggir jalan atau lahan kosong, ada juga oknum masyarakat yang membuang ke sekolah.
Seperti halnya kejadian di SMP Wisata Sanur Denpasar, sebanyak 10 kantong besar sampah dibuang ke kebun sekolah.
Sampah tersebut campuran sampah organik dan anorganik.
Baca juga: Sampah di TPS3R Sesetan Membeludak, Pemkot Ubah Skema: Hanya untuk Pedungan dan Sesetan
Kini sampah tersebut telah dikeluarkan dari halaman sekolah dan diletakkan di pinggir jalan Bypass Ngurah Rai Sanur sambil menunggu pengangkutan.
Kepsek SMP Wisata Sanur, Ida Ayu Krisna Ari, S.P, S.Pd., M.Pd., menuturkan, kejadian tersebut diketahui Senin 13 April 2026 pagi.
Kebun belakang sekolah yang berada di pinggir jalan Bypass Ngurah Rai telah dijadikan tempat pembuangan sampah.
"Kami tidak berani membukanya, hanya dipindahkan ke luar gerbang sekolah. Dan sekarang masih di sana, malahan tambah lagi beberapa kantong," paparnya saat ditemui Selasa, 14 April 2026.
Padahal menurutnya, saat tukang kebun melakukan penyiraman hingga petang, belum ditemukan adanya sampah dengan bungkus kantong plastik ungu dan hitam itu.
Pihaknya menduga, pembuangan sampah ke sekolah dilakukan pada malam atau subuh.
"Karena memang di sana rindang, banyak tanaman, mungkin dikira tanah kosong atau hutan," paparnya.
Terkait keberadaan sampah buangan tersebut, Dayu Krisna mengaku bingung mau dibawa ke mana.
Pihaknya telah memberitahukan hal itu ke yayasan sekolah, yakni Yayasan Pembangunan Sanur, dan diarahkan melapor ke DLHK.
Namun dari DLHK belum merespon terkait sampah tersebut.
Pihak sekolah pun mengaku geram dengan ulah oknum tersebut.