Sampah di Bali
Desa Adat Denpasar Bali Siap Tampung Hasil Olahan Sampah Organik
kunci keberhasilan program ini terletak pada kesadaran masyarakat dalam memilah dan mencacah sampah.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa Adat Denpasar menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Denpasar dalam pengolahan sampah berbasis sumber.
Langkah ini memperkuat kolaborasi antara lembaga adat dan dinas dalam menuntaskan persoalan sampah di Ibu Kota Provinsi Bali ini.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma, di hadapan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam acara Sosialisasi Pengolahan Sampah Berbasis Sumber di Wantilan Setra Agung Badung, Desa Adat Denpasar, Minggu 19 April 2026.
Alit Wirakesuma menekankan sampah merupakan tantangan bersama yang memerlukan tanggung jawab kolektif dari pemerintah hingga akar rumput.
Baca juga: TP PKK Buleleng Bali Klaim 65 Persen Sampah Bisa Selesai dari Rumah
Mengingat wilayah Desa Adat Denpasar sangat luas dengan menaungi 106 banjar, kesepahaman antar-prajuru menjadi sangat krusial.
“Tentunya kami berkomitmen penuh, utamanya untuk sampah organik. Hal ini sudah disepakati oleh para Prajuru Banjar Adat. Harapan kami, penanganan di sumber bisa lebih optimal,” ujar Alit Wirakesuma.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya kini fokus pada penanganan sampah upakara secara mandiri.
Namun, ia mengingatkan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada kesadaran masyarakat dalam memilah dan mencacah sampah.
Sebagai langkah nyata, Desa Adat telah menyiapkan skema hilir bagi hasil olahan sampah.
“Jika nanti hasil dari tong komposter atau teba modern sudah siap panen namun tidak tertampung di rumah tangga, kami sudah menyiapkan lahan penampungan yang nantinya akan ditata menjadi ruang terbuka hijau (RTH),” tambahnya.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyambut positif inisiatif tersebut.
Menurutnya, keterlibatan Desa Adat merupakan angin segar bagi percepatan penanganan sampah di hilir, sembari menunggu operasional penuh Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Jaya Negara memaparkan bahwa pemilahan sampah organik dan anorganik sangat memengaruhi efisiensi teknologi Waste to Energy.
Sampah yang terpilah memiliki nilai kalori lebih stabil dan kandungan air rendah, sehingga proses pembakaran di PSEL menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih atas komitmen Desa Adat Denpasar. Budaya memilah ini harus terus ditularkan. Sampah yang berkualitas akan mendukung optimalisasi PSEL dan menekan emisi berbahaya,” tegas Jaya Negara. (sup)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Menaungi-106-Banjar-Desa-Adat-Denpasar-Bali-Siapkan-Penampungan-Hasil-Pengolahan-Sampah-Organik.jpg)