Berita Denpasar
Ditarget Olah Sampah 300 Ton per Hari, TPST Tahura 1 dan 2 Denpasar Pasang 3 Mesin
Ditarget Olah Sampah 300 Ton per Hari, TPST Tahura 1 dan 2 Denpasar Pasang 3 Mesin
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar terus menggenjot optimalisasi operasional mesin pengolah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Kota Denpasar.
Kali ini, optimalisasi terus dilakukan dengan menyasar TPST Tahura 1 yang saat ini ditarget mampu mengolah sampah Kota Denpasar dengan kapasitas sebanyak 200 ton per hari.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, TPST Tahura 1 dan 2 saat ini difokuskan untuk mengolah sampah dengan kapasitas keseluruhan mencapai 300 ton/hari.
Baca juga: Gunakan Anggaran Rp 83 Miliar, Penataan Bantaran Tukad Badung Denpasar Bali Segera Dimulai
Dimana, jumlah tersebut terbagi atas tiga mesin pengolahan sampah yang tersebar di dua lokasi tersebut.
"Hari ini kita meninjau proses instalasi lanjutan, namun untuk pengolahan sampah menjadi RDF sudah berlangsung, dan terus kita optimalkan," ujar Jaya Negara, saat meninjau instalasi mesin pengolahan sampah di TPST Tahura 1, Sabtu, 25 April 2026.
Baca juga: Dispar Badung Siapkan Anggarkan Rp 900 Juta, Lirik Negara Jepang Untuk Promosi Pariwisata
Jaya Negara menekankan bahwa pemilahan sampah menjadi proses penting dalam pengolahan sampah.
Karenannya, pihaknya mengajak masyarakat untuk andil dalam pengolahan sampah berbasis sumber yang salah satunya pemilahan itu sendiri.
"Pemilahan menjadi kunci, jika sampah terpilah, maka proses pengolahan akan lebih cepat dan optimal, jadi kami mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam pemilahan dan pengolahan berbasis sumber ini," ujarnya.
Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa menjelaskan, saat ini pengolahan sampah di TPST Tahura 1 sudah berlangsung.
Meski demikian, optimalisasi terus dilaksanakan, utamanya untuk pengolahan sampah menjadi karbon.
Ia menyebut, jika seluruh piranti mesin sudah dipasang, maka operasional pengolahan sampah di TPST Tahura 1 dapat mencapai 200 ton per hari, sedangkan di TPST Tahura 2 mencapai 100 ton per hari.
Hal ini tentu menambah lengkap proses pengolahan sampah di Kota Denpasar.
Dimana PDU Padangsambian Kaja difokuskan untuk sampah anorganik, TPST Kesiman Kertalangu difokuskan untuk sampah organik dan TPST Tahura difokuskan untuk pengolahan sampah menjadi RDF dan karbon, termasuk juga TPS3R dan pengolahan sampah berbasis sumber oleh masyarakat.
"Kami mohon dukungan masyarakat dalam optimalisasi pengolahan ini dengan memilah sampah, karena inilah yang menjadi kunci produktivitas mesin pengolahan sampah, serta melaksanakan pengolahan sampah berbasis sumber. Dengan sinergi baik ini tentu penanganan sampah di Kota Denpasar dapat berjalan optimal," ujar Gustra. (*)
| Ini Alasan Imigrasi Denpasar Amankan Tiga WNA asal Ghana Pemegang ITAS Investor |
|
|---|
| Meresahkan Pengendara, 20 Gepeng Ditertibkan di Sejumlah Traffic Light di Denpasar |
|
|---|
| Lagi, 4 Pembuang Sampah di Pinggir Jalan Denpasar Disidang Tipiring, Ada yang Didenda Rp 200 Ribu |
|
|---|
| Wisata Kuliner Malam di Sanur Kian Diminati, Pengunjung Cari Suasana Dinner yang Lebih Tenang |
|
|---|
| Gede Gasak 6 Gadget, Jebol Plafon dan Gerinda Tembok Pusat Gadai di Denpasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jaya-Negara-tinjau-TPST-Tahura.jpg)