Sampah di Bali
Kunjungan ke Denpasar Bali, Menteri LH Jumhur Hidayat: Pemerintah Tidak Berbisnis dari Sampah
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat: pemerintah hadir untuk melayani masyarakat supaya saldo sampah masyarakat selalu nol.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam kunjungannya ke Denpasar, Bali, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat, tak setuju jika swakelola sampah yang telah berjalan dihentikan.
Karena menurutnya hal itu akan menghentikan rezeki orang.
"Saya tidak setuju kalau swakelola yang sudah berjalan banyak ini, itu dihentikan, itu enggak boleh. Kita enggak boleh menghentikan rezeki orang," kata Jumhur, Selasa, 9 Juni 2026.
Apalagi, menurutnya swakelola merupakan pekerjaan bagus, karena menciptakan kebersihan.
"Tinggal dibina. Itu tugas kita membina itu, dan memastikan dalam proses ini ada tercipta green job. Green job itu, orang yang bekerja untuk kebersihan, untuk memelihara lingkungan, apapun bidangnya," paparnya.
Baca juga: Menteri LH Sebut 71 Persen Warga di Bali Sudah Pilah Sampah
Dirinya juga menyebut pemerintah tidak berbisnis dari sampah.
Namun menurutnya pemerintah hadir untuk melayani masyarakat supaya saldo sampah masyarakat selalu nol.
"Jadi, saya rasa ini sudah dalam track yang benar, nanti tinggal dihitung aja. Kita punya BPKP, punya akuntan. Sejauh itu masuk akal, ya, intinya pemerintah tidak berbisnis dari sampah," paparnya.
Dengan begitu akan sesuai dengan slogan Presiden Prabowo yakni ASRI yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
"Itu kata kunci. Caranya, ada yang bisa jadi energi, bisa jadi apapun begitu, pupuk, itu silakan, tapi intinya saldonya nol dan ASRI. Itu kira-kira. Dan tidak apa-apa mengeluarkan uang dari APBD itu," katanya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Mohammad-Jumhur-Hidayat-saat-meninjau-TPST-Tahura-I-Denpasar-dan-Kantor-TPA.jpg)