Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Dampak Cuaca Ekstrem, Enam Subak Di Gianyar Bali Kesulitan Air

Pihaknya pun telah mengarahkan masyarakat untuk mengambil langkah darurat, yakni bergotong royong

istimewa
Gotong royong: Petani di Kabupaten Gianyar, Bali gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat cuaca ekstrem, belum lama ini. Dampak Cuaca Ekstrem, Enam Subak Di Gianyar Bali Kesulitan Air 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Enam Subak di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, kini mengalami kesulitan air

Hal itu dikarenakan saluran irigasi mengalami kerusakan dampak cuaca ekstrem pada tanggal 9-10 September 2025. 

Ironisnya, saat ini petani setempat sedang masa tanam padi. 

Pemkab Gianyar saat ini tengah mengusahakan perbaikan agar petani tidak gagal tanam.

Baca juga: Pasca Banjir, 15 Ribu Pelanggan PDAM di Denpasar Masih Kesulitan Air Bersih

Pejabat Fungsional Pengawas Benih dan Tanaman Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Gusti Ayu Sugitarina Oka, Senin 22 September 2025 menyebutkan, bahwa putusnya saluran irigasi ini menyebabkan 6 subak tidak mendapat air, dan pada saat yang sama di wilayah tersebut sedang masa tanam padi.

"Putusnya saluran irigasi ini menyebabkan 6 subak tidak mendapat air, dan pada saat yang sama di wilayah tersebut sedang masa tanam padi," ujar Sugitarina Oka.

Pihaknya pun telah mengarahkan masyarakat untuk mengambil langkah darurat, yakni bergotong royong memperbaiki saluran air yang jebol. Setidaknya hal itu bisa bermanfaat untuk jangka pendek.

Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan mengajukan untuk diperbaiki menggunakan APBD. 

"Untuk jangka panjang, perbaikan permanen sedang dalam proses survei, tujuannya untuk menentukan tingkat kerusakannya," ujarnya.

Selain Distanak Gianyar, kata dia, dari Bidang Irigasi Dinas PUPR Gianyar juga telah melakukan langkah dengan menyurati seluruh Perbekel dan Lurah di Gianyar agar melaporkan kerusakan saluran irigasi akibat hujan awal September lalu. 

Laporan perbekel lurah akan diidentifikasi lagi kerusakannya dan berapa saluran irigasi tersier yang rusak dan saluran sekunder yang rusak. 

Perbaikan saluran irigasi akan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan prioritas.

Untuk perbaikan saluran irigasi tersier, setelah dilakukan pendataan dan perhitungan biaya, akan diajukan ke TAPD untuk mendapatkan anggaran dan dilakukan perbaikan.

"Yang urgen, pasti dilakukan perbaikan di APBD 2026, tergantung skala prioritas, sementara ini, warga subak masih bisa melaksanakan gotong royong untuk perbaikan," ujarnya.

Namun beruntung, kata dia, meskipun hujan lebat kemarin menyebabkan banyak bencana dan merusak banyak rumah. Tapi untuk padi petani, tidak mengalami kerusakan. 

"Belum ada laporan tanaman yang gagal panen atau mengalami kerusakan akibat diguyur hujan lebat," ujar Oka. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved