Berita Gianyar
Dampak Bencana 2025, Pendapatan PDAM Gianyar Menurun, Dari Rp 93 Miliar Menjadi Rp 91 Miliar
perusahaan telah menyiapkan sejumlah upaya untuk memitigasi potensi gangguan pelayanan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) atau PDAM Kabupaten Gianyar hingga tahun 2025 telah melayani sebanyak 61.576 sambungan rumah (SR) dengan rata-rata konsumsi pelanggan tercatat sebesar 213 meter kubik per sambungan rumah.
Namun akibat bencana yang kerap terjadi selama tahun 2025, menyebabkan kerusakan infrastruktur PDAM, seperti pipa bocor hingga tak berfungsinya SPAM Petanu akibat tanah longsor.
Hal ini menyebabkan pendapatan PDAM mengalami penurunan di bandingkan tahun sebelumnya.
Dirut PAMTS Gianyar, I Wayan Suastika, Selasa 6 Januari 2026 mengatakan, secara umum PDAM Gianyar menunjukkan tren kinerja positif sepanjang tahun 2021 hingga 2025.
Baca juga: TARIF Air Tahun 2026 Naik 10 Persen, Dirut PDAM Buleleng Berdalih Ikuti Saran Dewas
Yakni jumlah pelanggan mengalami peningkatan secara stabil dari tahun ke tahun, sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan.
Sementara dari segi pendapatan, kata dia, pada tahun 2024, pendapatan PAMTS dilaporkan telah mencapai lebih dari Rp 93 miliar.
Namun di tahun 2025 turun menjadi sebesar Rp 91,4 miliar. Penurunan pendapatan ini, kata dia, disebabkan berbagai hal.
Mulai dari bencana alam yang menyebabkan kerusakan infrastruktur PDAM, serta berkurangnya penggunaan air oleh pelaku pariwisata, diduga karena penurunan jumlah tamu.
"Dampak bencana di tahun 2025, terjadi tren pendapatan yang belum membaik. Di aspek pendapatan, tahun tersebut kita mengantongi Rp 91,4 miliar. Karena ada peningkatan beban sampai Rp 800 juta. Laba rugi kami masih sesuai tahun sebelum, Rp 3,4 miliar, masih positiflah. Selain akibat bencana, pendapatan ini juga dipengaruhi oleh penggunaan air oleh pelaku pariwisata, seperti hotel," ujarnya.
Suastika mengatakan, dalam memasuki tahun 2026, pihaknya menetapkan empat fokus utama program kerja sebagai arah strategis peningkatan pelayanan.
Pertama, keandalan distribusi, yang akan diwujudkan melalui optimalisasi jaringan agar aliran air ke pelanggan menjadi lebih stabil dan merata.
"Fokus kedua yakni pengamanan sumber air baku, sebagai langkah menjaga keberlanjutan pasokan dan kualitas air bersih di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air," ujarnya.
Fokus ketiga adalah perbaikan infrastruktur, khususnya melalui peremajaan pipa dan instalasi secara bertahap, mengingat masih adanya jaringan perpipaan lama yang berpotensi menimbulkan gangguan pelayanan.
Sementara fokus keempat diarahkan pada penguatan layanan pelanggan, dengan meningkatkan kecepatan respons terhadap pengaduan serta mengembangkan layanan berbasis digital guna memudahkan akses informasi dan pelayanan bagi masyarakat.
PAMTS juga mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kondisi geografis Kabupaten Gianyar yang bervariasi, proyek-proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, serta gangguan produksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat faktor teknis dan kelistrikan.
Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan sejumlah upaya untuk memitigasi potensi gangguan pelayanan.
"Dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, memperkuat transparansi informasi publik, serta menjaga keandalan sistem distribusi air, PAMTS siap memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Gianyar secara berkelanjutan di tahun 2026," tegasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dampak-Bencana-2025-Pendapatan-PDAM-Gianyar-Menurun-Dari-Rp-93-Miliar-Menjadi-Rp-91-Miliar.jpg)