Berita Buleleng
TARIF Air Tahun 2026 Naik 10 Persen, Dirut PDAM Buleleng Berdalih Ikuti Saran Dewas
Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini mengikuti saran dari Dewan Pengawas (Dewas), agar penyesuaian tarif dilakukan setiap tahun.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Tarif air di Kabupaten Buleleng dipastikan naik pada tahun 2026. Persentase kenaikan tarif ini dirancang berbeda-beda tiap kategori pelanggan, namun rata-rata mencapai 7,5 persen.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Perumda Air Minum Tirta Hita (PDAM) Buleleng, Made Lestariana, Senin (15/12). Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini mengikuti saran dari Dewan Pengawas (Dewas), agar penyesuaian tarif dilakukan setiap tahun.
"Kami diamanahkan melakukan penyesuaian tarif tiap tahun. Sehingga penyesuaian tarif tidak melonjak drastis. Sebab banyak perusahaan air minum yang melakukan penyesuaian tarif sampai ratusan persen, akibat tidak melakukan penyesuaian tarif belasan tahun," jelasnya.
Baca juga: SOPIR Selamat, Hanya Luka Lecet di Lutut, Diduga Mengantuk, Truk Terguling Jalur Singaraja-Denpasar!
Baca juga: PULUHAN Sulinggih Cek Kesehatan Gratis, Langkah Deteksi Dini Potensi Resiko Penyakit di Klungkung
Persentase kenaikan tarif berbeda-beda tiap kategori pelanggan. Mulai dari 1 persen hingga 10 persen. Namun secara umum, kenaikan tarif di tahun 2026 rata-ratanya sebesar 7,5 persen.
Penyesuaian tarif sebesar 10 persen berlaku untuk kategori rumah tangga. Misalnya rumah tangga R2, di mana saat ini tarifnya sebesar Rp3.000, pada tahun 2026 tarifnya menjadi Rp3.300. "Sedangkan untuk rumah tangga R1, kalau sekarang kan tarifnya Rp2.550, untuk ke depan kita naikkan menjadi Rp2.800," sebutnya.
Kata Lestariana, total pelanggan Perumda Tirta Hita sebanyak 68 ribu. Yang mana 89 persen di antaranya merupakan kategori rumah tangga. "Makanya kategori rumah tangga kita sesuaikan tarifnya 10 persen. Sedangkan industri dan niaga, penyesuaian tarifnya tidak 10 persen," imbuhnya.
Selain penyesuaian tarif, pada tahun 2026 perusahaan juga menargetkan peningkatan jumlah pelanggan sebanyak 3000. Demikian pula dengan target pendapatan yang diusulkan naik Rp500 juta.
"Target PAD kita targetkan meningkat setiap tahun kisaran Rp500 juta, yakni menjadi Rp9,5 miliar, dari target 2025 senilai Rp9 miliar. Untuk realisasi target PAD, hingga kini sudah 100 persen kami setorkan ke daerah," tandasnya. (mer)
| Setiap Ayah Mabuk Melati Selalu Ketakutan, Ayah Kandung Setubuhi Anak di Buleleng Divonis 17 Tahun |
|
|---|
| Kejari Buleleng Musnahkan Barang Bukti 71 Perkara, Kasus Narkotika Masih Mendominasi |
|
|---|
| 13 Pelamar Bersaing Duduki Jabatan Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Di Buleleng Bali |
|
|---|
| Buleleng Education Expo 2026, Bupati Sutjidra: Anak Buleleng Harus Kuasai AI Tapi Tetap Berkarakter |
|
|---|
| Khawatir Kasus Bukit Ser Berlarut-larut, LSM Genus Minta Polres Percepat Penanganan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Direktur-Perumda-Air-Minum-Tirta-Hita-Buleleng-csd.jpg)