Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Andalkan Kerjasama B2B Pengembangan Empat SPAM, PDAM Buleleng Nihil Penyertaan Modal

Pada tahun 2026 mendatang, terdapat empat kegiatan fisik. Seluruhnya berupa pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

Tayang:
Tribunnews.com/Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury 
BERI KETERANGAN - Direktur Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana. Ia mengatakan pengembangan SPAM dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan swasta. 

TRIBUN-BALI.COM - Perumda Air Minum Tirta Hita (PDAM) Buleleng nihil penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Buleleng di tahun 2026. Padahal ada sejumlah program kerja, salah satunya pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

Direktur Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana mengungkapkan, penyertaan modal terakhir dari Pemkab Buleleng diterima sebelum tahun 2020. Di mana rata-rata jumlahnya mencapai Rp4,5 miliar. 

Tentu dengan tidak ada penyertaan modal dari Pemkab Buleleng, otomatis pembangunan infrastruktur untuk pengembangan layanan harus dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan swasta. 

"Sesuai arahan Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam hal ini Bupati Buleleng, untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, kita didorong untuk bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta secara Business-to-Business (B2B)," jelasnya. 

Pada tahun 2026 mendatang, terdapat empat kegiatan fisik. Seluruhnya berupa pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

 

Baca juga: USULAN Subsidi Pembongkaran Toko di Jalan Sulawesi, Tak Bantu yang Melanggar, Pemkot Keluarkan Izin

Baca juga: BANJIR Parah Landa Kawasan Ubud, Tembok Puri Ambruk Timpa Rumah Warga

 

Empat SPAM itu diantaranya SPAM Bendungan Tamblang, SPAM Bendungan Titab-Ularan, SPAM Ambengan, serta SPAM Pegadungan. 

Pengembangan dilakukan untuk optimalisasi kebutuhan air masyarakat di wilayah perkotaan, Buleleng Timur dan Barat. "Kami telah melakukan MoU dengan perusahaan swasta untuk melakukan pra feasibility study (pra fs) dan feasibility study (fs)," ujarnya

Untuk SPAM Bendungan Tamblang, potensi kapasitas air baku mencapai 500 liter per detik. Sehingga mampu melayani hingga 50 ribu pelanggan di Buleleng tengah dan timur. "Tentunya kebutuhan dana investasi ke depan sangat besar," ucapnya.  

Sementara SPAM Bendungan Titab-Ularan, kapasitasnya mencapai 300 liter per detik. Namun saat ini, yang dimanfaatkan baru mencapai 65 liter per detik. Dengan pengembangan ini, pihaknya akan meningkatkan penggunaanya menjadi 200 liter per detik, untuk melayani 25 ribu pelanggan di wilayah Buleleng barat. 

"Untuk Titab-Ularan, dana investasinya tidak sebesar Tamblang, karena tinggal memasang pipa transmisi dan distribusi," jelasnya. 

Pihak PDAM telah melakukan feasibility study (fs) secara mandiri untuk pengembangan SPAM Pegadungan. Di mana kebutuhan dananya diperkirakan mencapai Rp20 miliar. "Potensi di Pegadungan ada di 200 liter per detik. Kita proyeksikan mampu melayani 20 ribu pelanggan," katanya. 

Kemudian untuk SPAM Ambengan, lanjut Lestariana, juga sudah dilakukan fs secara mandiri. Kebutuhan dananya di kisaran Rp5 miliar. Potensi SPAM Ambengan berada di 120 liter per detik. 

SPAM Pegadungan akan dikembangkan untuk melayani masyarakat di wilayah Buleleng tengah, meliputi Kelurahan Banyuning, Penarukan, dan Kerobokan. Sementara SPAM Ambengan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sukasada, Sambangan, hingga Panji. 

"Pengembangan kedua SPAM ini (Pegadungan dan Ambengan) sifatnya mendesak. Mengingat kawasan perumahan di kedua wilayah itu berkembang cukup pesat, mengikuti kebutuhan layanan air bersih masyarakat," jelasnya. 

Sedangkan untuk pembiayaan pengembangan SPAM Pegadungan dan Ambengan, akan coba ditawarkan pada pihak swasta melalui kerjasama B2B, atau melalui pinjaman ke Bank BPD Bali. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved