Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Bali

BANJIR Parah Landa Kawasan Ubud, Tembok Puri Ambruk Timpa Rumah Warga

Seperti di kawasan Banjar Mas, Desa Sayan, di kawasan penghubung Desa Mas dengan Desa Lodtunduh, dan di kawasan Mawang, serta di Jalan Raya Andong. 

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
Banjir – Seorang pengendara melintas di kawasan banjir yang menggenangi wilayah Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (26/11).  

TRIBUN-BALI.COM - Hujan melanda wilayah Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Akibatnya banjir melanda kawasan Ubud pada Rabu (26/11). Bahkan arus lalu lintas di Ubud sempat lumpuh akibat banjir. Kemacetan parah, karena kendaraan tidak bisa melintas. 

Seperti di kawasan Banjar Mas, Desa Sayan, di kawasan penghubung Desa Mas dengan Desa Lodtunduh, dan di kawasan Mawang, serta di Jalan Raya Andong. 

“Dulu musim hujan sangat menenangkan, tapi sekarang musim hujan meresahkan. Masyarakat bersama pemerintah harus menemukan solusi, agar persoalan ini tidak terjadi terus menerus, karena dapat mengancam pariwisata yang menjadi sumber pendapatan masyarakat dan daerah,” ujar seorang pengusaha di Ubud, Nyoman Suriadi.

Warga lainnya, Anak Agung Artawan mengatakan, biasanya dirinya sangat senang ketika memasuki musim hujan. “Tetapi sekarang, kalau ada hujan justru menjadi resah karena banjir. Sekarang, hujan tidak hujan jalan macet. Saya sangat merindukan Ubud yang dulu,” ujarnya. 

Baca juga: BAPENDA Bali Tak Buka Pemutihan Pajak Lagi, Pajak Kendaraan Bermotor Terealisasi 95,6 Persen di 2025

Baca juga: Proyek Hotel Marriott di Payangan Stop Sementara, Pansus TRAP DPRD Bali Temukan Izin Belum Lengkap!

Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama mengaku prihatin terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar tidak akan tinggal diam.

Namun ia meminta waktu, agar permasalahan banjir benar-benar bisa teratasi. “Kami segera melakukan kajian terhadap penyebab banjir ini. Intinya kami di Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak diam atas kondisi ini,” ujar Gus Bem sapaannya. 

Gus Bem menduga masalah banjir ini terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari sungai-sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Kondisi tersebut diperparah aliran sungai yang tersumbat sampah. Baik itu sampah organik yang bersumber dari pepohonan maupun sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum masyarakat. Karena itu, ia pun meminta pada masyarakat agar senantiasa menjaga aliran sungai tetap bersih dari sampah. 

“Faktor lainnya ialah berkurangnya daerah resapan air, karena banyak yang telah dialihfungsikan menjadi bangunan,” ujarnya.

Menurut Gus Bem, menjamurnya bangunan akomodasi ilegal menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Sebab bangunannya tidak melalui kajian lingkungan. “Setiap bangunan akomodasi harus mengantongi izin lingkungan, tujuannya adalah salah satunya menghindari banjir, dan bencana lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara bersama Pawas Aiptu I Made Seria dan Bhabinkamtibmas Desa Mas mendatangi rumah I Dewa Putu Berata (58) di Banjar Pengosekan Kaja, Desa Mas, Kamis (27/11). Kedatangan tersebut untuk memberikan dukungan moril pada korban, karena rumahnya tertimpa tembok puri yang roboh. 

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, kejadian tersebut terjadi akibat hujan yang mengguyur wilayah setempat, Rabu (26/11). Akibatnya, tembok Puri milik Tjokorda Puri Peliatan Baleran roboh.  
Tembok yang ambruk itu menimpa bagian rumah milik Berata.

Menurut keterangan korban, saat kejadian ia berada di dalam rumah dan mendengar suara benturan keras dari arah belakang. Setelah dicek, ternyata tembok pembatas sepanjang kurang lebih 20 meter roboh dan menimpa sebagian rumahnya.

“Polsek Ubud hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif pasca musibah ini. Kami turut merasakan kedukaan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Bapak I Dewa Putu Berata dan keluarga.

Komitmen kami adalah memberikan dukungan moril dan bantuan penuh sebagai wujud kepedulian tulus agar keluarga dapat menghadapi masa pemulihan ini dengan ketabahan dan kekuatan,” ujar Kompol Putra Antara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Tags
banjir
Ubud
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved