Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

SAPI Terjun ke Sumur Dikira Hilang Oleh Pemiliknya di Desa Banyupoh, Evakuasi Tim TRC Berhasil  

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengungkapkan laporan penyelamatan sapi ini diterima sekitar pukul 10.15 Wita.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
Evakuasi - TRC Damkar dan Penyelamatan Buleleng saat berupaya mengevakuasi sapi milik Eko Supriadi dari sumur.  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seekor sapi milik warga asal Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, dilaporkan masuk ke sumur. Proses penyelamatan harus ekstra hati-hati karena ukuran sumur yang cukup sempit.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/4/2026). Pemilik sapi yang menyadari ternaknya masuk sumur, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng untuk membantu evakuasi. 

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengungkapkan laporan penyelamatan sapi ini diterima sekitar pukul 10.15 Wita.

Empat orang Tim Reaksi Cepat (TRC) segera diturunkan ke lokasi kejadian. Menurut keterangan pemiliknya bernama Eko Supriadi (46), sapi itu baru saja dibeli kemudian diikat di sekepat.

Baca juga: KISAH PILU Kotak Asi Ditemukan di TKP, Diduga Sang Ibu Jadi Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Baca juga: DAGING Sapi Tembus Rp146.600 Per Kg, Harga Pangan Meroket Jelang Hari Raya, Beras Relatif Stabil

EVAKUASI - TRC Damkar dan Penyelamatan Buleleng saat berupaya mengevakuasi sapi milik Eko Supriadi dari sumur.
EVAKUASI - TRC Damkar dan Penyelamatan Buleleng saat berupaya mengevakuasi sapi milik Eko Supriadi dari sumur. (Istimewa)

"Sapi itu dibeli pada Senin (27/4/2026) siang. Oleh pemiliknya diikat di sekepat. Besok paginya sapi itu sudah tidak ada. Sempat dikira hilang, namun setelah dicari ternyata masuk sumur," jelasnya. 

Kata Arya, lokasi sapi diikat memang dekat dengan sumur. Bahkan sumur tersebut tidak ada batas pinggirnya. "Sumur itu tergolong aktif ada airnya. Bukan sumur kering," imbuh dia.

Sementara itu, proses evakuasi sapi berlangsung cukup sulit. Petugas harus ekstra hati-hati karena diameter sumur hanya 120 sentimeter dengan kedalaman 7 meter. Terlebih bobot sapi berkisar 200 kilogram. 

"Kami mendapat bantuan prelatan dari Basarnas. Proses evakuasi saat itu membutuhkan waktu sekitar empat jam, dan sapi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved